Rabu, 10 Februari 2016

LIVING LIGHT - Differential Dimension, PROLOG 4 - Noah Yang Tertidur Lama

Tags


Pada 8 april 2008. Pemerintah megadakan pemakaman masal di hilir gunung fujiyama, yang tidak jauh dari kediaman noah dan teman-teman lainnya. Sungguh ironis, satu kelompok teman sepermainan dikubur pada wilayah dan waktu yang sama. Setiap kenalan ibu noah, saat ini sedang menangis, karena putra-putri mereka juga ada di alam baka sana.
Di ingatan setiap orang tua, mereka berpikir baru saja mereka melihat anak-anaknya tertawa bahagia, tapi sekarang mereka sudah tidak dapat memberikan senyumannya lagi kepada orang tua mereka.
“ Lyna...” ayah dan ibu terpungkur di tanah kuburnya, mengusap-ngusap batu nisan anaknya, menunjukan seberapa kehilangannya mereka. Sejak kecil lyna merupakan sosok yang baik, noahpun tahu itu. Ia memiliki keberanian akan kebenaran dan kasih sayang. Ia merupakan sosok terbaik dari diantara anak-anaknya.
“ tapi...”. Ibu mengais dengan deras, terus menangis, dan menangis, seakan bila ia masih memiliki air mata maka ia akan keluarkan semuanya.

***
Sebuah gadis imut yang masih kecil berjalan bersama ayahnya menuju salah satu ruangan di rumah sakit. Seorang gadis imut berambut hitam sepanjang punggung, berjalan menuju salah satu ruangan. Cukup ramai pikirnya, karena tempat yang seharusnya sepi tapi cukup ramai. Itu pikir anak ini ketika melihat banyak orang di sepanjang aula.
“ ini dia” ayahnya menggeser pintu ruangan ini, dan mengajak anaknya untuk masuk ke ruangan tersebut.
Di ruangan ini, tidak terlihat ke ramaian seperti yang barusan ia lihat. Ruangannya sepi, yang ada hanyalah seorang laki-laki yang penuh perban, baik itu mata hingga tubuh-tubuh lainnya.
Cukup buruk baginya. Bila ia pertama kali melihat kondisi kakaknya. Ini sudah ke-dua kalinya ia melihat kondisi kakaknya yang buruk, dan ini berada pada kondisi yang lebih baik dari pada dulu. Karena ia tidak dapat melihat darah banyak yang bercucuran seperti saat itu.
Kakak yang semuda ini telah mencapai godaan yang kuat yah, itu pikirnya. Meski ada yang selalu menghiburnya agar ia tidak kesepian.
Karena pemikirannya demikian, ia telah memutuskan dalam lubuk hatinya untuk bertemu dengan kakaknya setiap waktu, selagi ia sempat.
Di keesokan harinya ia mengujungi kakakna lagi, harapan hari ini berbeda dengan hari sebelumnya yang hanya ingin mengetahui kakak noah berada. Sekarang ini rencananya adalah untuk melihat kakaknya siuman. Ia duduk di sebuah kursi bundar yang telah disediakan suster. Kursinya tersebut tinggi sekali baginya, sehingga ia perlu mengeluarkan sekuat tenanga, dan secara tidak sengaja mengeluarkan “ ueeh”, suara lembutnya yang lucu.
-syukurlah
Ia memandang wajah kakaknya yang dibalut perban, dia tidak bisa melihat muka ganteng kakaknya saat ini, sehingga ia terdiam sejenak. Dia menunggu sedikit lama untuk melihat kakaknya siuman, sampai cahaya matahari diganti oleh cahaya bintang-bintang yang bersinaranpun ia masih menunggu.
-jadi dia tidak siuman yah hari ini, mungkin besok.
Keesokan harinya juga ia turut datang mengjenguk kakaknya, ia duduk lagi dengan susah payah dan mengeluarkan kata lucunya “ ueh” sekali lagi. Sinar matahari kembali digantikan oleh cahaya sinar-sinar bintang, kali ini ia tidak dapat melihat wajah kakaknya siuman. Ia kembali menjenguknya di keesokan harinya, keesokan harinya lagi, dan keesokan harinya lagi. Saat ia mengunjungi ia sering bercerita terhadap kakaknya tentang kondisi di sekolah, baik itu saat senang dan sedihnya, ia juga belajar di ruangan rumah sakit tersebut, membawa temannya untuk mengjenguk, hingga hal-hal lainnya. Ia rutin mengunjungi kakaknya sehingga tidak terasa, dedaunan yang ia selalu lihat setiap harinya melalui jendela ruangan kakaknya tersebut, telah berganti daun menjadi hijau yang asalnya mereh muda, lalu berganti menjadi coklat kepucatan, hingga menjadi tidak punya daun satupun. Musim semi pun datang lagi, kali ini pohon bunga sakura yang berada di luar dekat ruangannya kakaknya telah berubah warna menjadi warna merah muda, yang membaut ia telah terpana.
-sudah satu tahun yah.
Ia terus memandang bunga sakura yang membawa suasana taman kedalam ruangan ini,
Di tasnya, ia mengambil sebuah buku catatan. Ia sering membawa buku catatan ini setiap harinya. Di buku tersebut ia tulis secara periodik pengalamannya. Dan kali ini ia bermaksud untuk membacakan cerita singkat tentang dirinya selama satu tahun.
“ kakak tolong dengarkan yah, semoga kakak dapat terungah suasana hatinya dengan mendegar ini”..
“ ada seorang anak tk, ia masih kecil, polos, lugu dan hanya mengandalkan orang-orang disekitarnya. Berapa kali ia minta kepada orang tuanya ini itu, dan kepada kakaknya juga sama ini-itu. Ia berpikir bahwa sikapnya itu biasa saja, karena sifat yang seumuran dengannya emang seperti itu. Suatu saat terdapat sebuah kejadian yang menggetarkan jiwanya, kakaknya yang tersayang pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya, dan kakak satunya lagi terbaring di kasur rumah sakit. Mulai dari hari itu ia merasa kesepian, kakak yang sering ia ajak main tidak ada. Ibu dan ayahnya juga lebih sibuk bekerja. Setiap hari ku habiskan dengan berbincang bersama kakak ku yang sedang terbaring. Hari demi hari aku bercerita pada kakaknya, dan menceritakan pengalamannya setiap hari. Saat ia setelah selesai bercerita beberapa banyaknya, ia baru sadar, bahwa segala permasalahan bukan dari orang lain tapi dari dirinya. Semenjak ia menyadari hal itu, ia mulai bermain dengan ayahnya sebisa mungkin walaupun ia tahu bahwa ayahnya susah diajak, begitupun dengan ibunya, lalu ia berusaha mendapatkan sesuatu dari apa yang ia inginkan dengan kekuatan berusaha, dari kekuatan yang ia miliki. Ia berubah sejak saat itu tahu. Dia menjadi orang yang rajin, baik hati, pintar, ramah dan juga penyayang. Jauh sekali bukan dengan apa yang kakaknya kenal.
Sampai pada pengucapan itu air mata dari adik yang membaca cerita ini mulai meneteskan air mata.
“ oleh karena itu, kakak, merupakan sosok yang terbaik tempat aku bercerita, karena kakak yang selalu mendengarkan cerita akulah, aku jadi sadar. Terimakasih-terimakasih kakak”
Dipengucapan terakhir ini, buku manis yang penuh dengan warna-warna tersebut telah terkenakan oleh air tangisan yang menetes dari wajahnya. Sungguh sedih pikirnya, ia tidak bisa menahan tangisannya, setelah ia menyambungkan cerita terakhir dengan gambar yang ia baru saja buat hari ini disekolah, yaitu tangan dirinya bergandengan tangan dengan kakak tercintanya.
-kakak, kakak.
Anak itu menangis, menangis dan menangis, ia pikir hanya di depan kakanyalah ia dapat menangis, sehingga ia mengeluarkan semua tangisan yang ia miliki. Tangan kecil milikiknya ini telah dipenuhi oelh air matanya, ia mengusap beberapa kali semenjak ia menangis beberapa menit yang lalu. Tapi tetap saja tidak berhenti.
-tenanglah yuuki, kau yuuki bukan. Pemberani artinya. Aku yakin kau kuat menghadapi segala hal ini.
Anak kecil ini terkejut setelah melihat telapak tangan kanannya yang telah basah oleh air mata, digenggam oleh sebuah tangan kering, tidak berdaging.
-kakak?
Entah apa yang ia dengar barusan nyata atau tidak, tapi iya yakin bahwa kakaknya di dalam hatinya menyampaikan hal demikian. Anak ini langsung mengusap air matanya di tangan kirinya. Membuat senyuman terbaik yang ia bisa buat pada saat ini.
“baiklah kakak, aku akan melakukannya”.
Sang adik tahu bahwa lengan kanannya yang digenggam oleh tangan kanan kakaknya merupakan respon dari kasih sayang ia curahkan kepada kakaknya hingga selama ini.
-ia telah berjuang melawan penyakit, dan akhirnya sadar. Kakak hebat, aku yakinkan diri ku mulai hari ini, bahwa aku akan menjadi sosok yang sekuat kakak.

Sesetelah sejak saat itu, noah atau kakaknya yuuki telah siuman kembali. Ia mulai bisa menggerakan tangannya dan sudah mulai bisa berkata-kata. Di saat ini, ayah, ibu, serta adiknya sedang berkumpul. Bagi noah yang baru siuman, keluarga yang berkumpul lengkap seperti ini, merupakan hadiah luar biasa yang sulit ia lupakan.
“kakak tadi yuuki dapat pujian loh dari bu guru, beliau mengatakan” gambar pemancing dan danau adalah hal yang kreatif, karena merupakan gambar yang tidak mainstream seperti lainnya”.
Dipikirannya, sang kakak paham apa yang dia maksud. Sebuah gambar pemancing dan danau. Gambarnya tidak dipoles cukup baik, tapi bagi seusianya itu baik, ditambah lagi temanya, tidak seperti gambar gunung serta sawah dan keluarga. Cukup memalukan saat ia seusia yuuki, karena ia hanya menggambar dirinya beserta keluarganya.
“ hebaat, aku yakin kamu akan menjadi anak paling cerdas menggambar di sekolah mu”. Noah mengusap-ngusap kepala adiknya, yuuki merasa sungguh nyaman ketika diusap-usap, layaknya sosok kakak yang dulu hilang telah kembali.
“ nah, noah. Operasi mu akan segera di mulai”. Salah satu dokter berpakaian biru, tiba di lokasi. Ketika ia mengetahui bahwa di ruangan ini ramai. Dokter lalu menganguk dan berkata “ maaf, bagaimana noah?”
Naoh tersenyum, ia mengganguk. ‘ baiklah”. “ maaf yah, yuuki, kaka pergi dulu operasi.”.
Adiknya memegang lengan kakaknya dengan erat.
“ yuuki?”
“ semoga berhasil operasi matanya”. Di saat seperti ini yuuki sedang tersenyum tulus, entah apa yang noah rasakan. Dirinya merasa bahagia, ia tak yakin yuuki tersenyum saat ini. Tapi, semangat ia untuk bertahan hidup dan lancar operasi ini sungguh tinggi.
“ baiklah!!” suara noah dikeluarkan kali ini, lebih keras dari pada biasanya. Ia tersenyum dengan tulus dan bahagia.
Kursi roda noah di dorong oleh dokternya langsung, diikuti oleh ayahnya.
“ apakah kau sudah siap? Operasi ini bukanlah donor mata biasa, karena syaraf yang menghubungkan mata mu telah ruksak, kami akan menerapkan beberapa bagian micro mesin kami di mata mu, dan aku tidak yakin kamu dapat melihat dengan normal.”
“ tidak apa-apa, karena aku perlu melihat sekali lagi bertapa indahnya dunia”.
Dokter tersenyum, begitu pula dengan ayahnya noah. Kali ini tidak ada rasa janggal sedikitpun di hati dokter, karena ia sudah siap menangung resiko operasi ini jika berhasil.
Di dalam hati noah, noah tidak cukup puas dengan niat utamanya untuk melihat bertapa cantiknya dunia. Tapi masih ada satu lagi yang terbesit dalam hatinya.
“ ....”
Kelaurga noah saat ini sedang menunggu di ruang tunggu, dekat ruang operasi noah. cukup berapa khawatirnya mereka, karena bila gagal noah akan tetap tidak dapat melihat. Harapan sulit, tapi mereka yakin harapan noah melihat kembali cahaya indah dari tuhan di langit dan di bumi, dapat kembali terwujud”. Lampu ruangan tetap berada pada warna merah, menandakan sedang operasi. Adiknya noah, tetap tegar untuk beberapa jam, namun sekian jam kemudian dia mulai tertidur lelap. Operasi lama, tidak terujung itulah saat ini. Tapi, kedua orang tua noah, baik ayah dan ibunya, tetap senantiasa menunggu di sana dengan setia. “ teng”, tanda lampu hijau muncul di lampu tanda operasi, menandakan operasinya telah seleaai. Sang ibu langsung berlalrian menuju pintu ruangan tersebut, sang dokter keluar dari ruangan operasi, dan langsung dikasihkan ssebuah pertanyaan “ apakah operasinya berhasil atau tidak”. Sang dokter terdiam sedetak, dan melepaskan maskernya. “ ibu, noah sekarang dalam kondisi... Dapat melihat”.
Sang ibu, langsung terpungkur, ia tidak percaya bahwa operasi ini akan berhasil. Ia langsung memberikan sujud kepada tuhun karena telah mengabulkan doa ia, suaminya, anaknya bahkan doa noah sendiri. “ terimakasih dokter”. Dokter memberikan senyuman kepada sang ibu, suaminya, dan serta si kecil yuuki yang baru bangun. “ yuuki, mulai sekarang jaga dengan baik yah kaka mu, sayangiah dia, seakan dia merupakan diri mu sendiri”. Dokter tersebut mengusap rambut adiknya noah, yuuki tidak tahu eksresi apa untuk menjawab pernyataan dokter tersebut. Senang iya, namun sedih pun ada. Adiknya noah pun langsung menggaguk dan mengucapkan “ terimakasih kepada dokter”. Dokter tersenyum, layaknya seperti seorang berhati tulus, anak ini telah membuat diri sang dokterpun bangga. “ terimakasih kembali”. Ia memberikan anggukan kepada suster. Susterpun menggaguk atas respon tersebut. “ maaf, keluarga noah harap bersabar yah. Perbannya akan di buka 24 jam dari waktu ini.”. Kabar ini dikhawatirkan akan memberikan rasa tidak puas dan kecewa pada keluarga noah, tapi adiknya noah, yuuki. Ia tersenyum dan menggaguk “baiklah”. Senyum yang ia berikan telah lebih baik dari saat dokter tadi. Susterpun memberikan senyuman, lalu pergi meninggalkan mreka.
24 jam telah berlalu, inilah saatnya noah membuka matanya. Perban dibuka sedikit-demi sedikit dengan tangan extra kehati-hatian milik suster. Yuuki berada di posisi paling depan, ibu dan ayahnya ada di belah kiri rajang noah,. Meraka menunggu dengan sabar dan penasaran. “ baiklah telah selesai, silahkan buka matanya”. Noah membuka matanya secara perlahan-lahan, sulit baginya yang terus menutup mata, tiba-tiba membuka mata. Lalu, seberkas cahaya mulai dapat terlihat oleh noah saat ini.
-silau. Cahaya apa ini?. .. Cahaya sinar lampu kah?.
Cahaya buram tersebut, mulai hilang satu persatu, warna-warna dari ruangan sekitar mulai dapat tertangkap matanya. Sebuah benda buram di depannya, berubah sedikit demi sedikit menjadi sosok yang jelas. Sosok tersebut merupakan gadis yang memeiliki rambut sebahu, bermuka lucu, dan saat ini beraut muka sedih. Muka yang mirip dengan kakaknya, lyna.
“ yuuki?”.muka dari yuuki perlahan mulai gembira, hingga ia memeluk kakanya secara langsung dengan gembira, tapi dengan menangis juga. “ kakak, kakak!, kakak!!” ucapan ini ditelinga noah terasa begitu nyaring, tapi dihati noah begitu indah. “ yuuki, senang sekali melihat kamu sehat-sehat saja”. Noah, mengusap-ngusap rambut yuuki, yang saat ini yuuki sedang memeluknya dengan sangat kencang sambil menangis. “sungguh luar biasa yah, yuuki.”
“ apa?”. Mendegar perkataan ibunya yang saat ini juga sedang menanigs, ibunya berusaha menahan air mata sambil berusaha berkata pula” hingga saat ini, yuukilah orang yang selalu menemani mu dari awal, bahkan sejak pertama kali kamu ditemukan terluka”. “begitu yah”. Memandang ke sosok adiknya, ia merasa bahwa adiknya ini merupakan malaikat kedua dalam hidupnya, yang dapat memberikan dirinya rasa tentram dan rasa aman.
-dia mirip dengan kakanya, kakak lyna.
“terimakasih ibu, ayah, dan juga... Adik ku yang baik hati, yuuki”.
Ruangan noah yang awalnya sepi, menjadi ruangan yang penuh kehangatan seperti ini. Saat tubuhnya terbaring ia tahu, bahwa dirinya terasa kesepian. Tapi setelah membuka mata, ia salah. Saat ini, bahkan sejak awal ia koma, ia tidak sendirian. Bahkan sejak saat ia lahirpun ia tidak sendirian. Ada ibu, ayah dan juga kaka ku yang menyaksikan aku melahirkan, walaupun aku tidak tahu kebenaranya, tapi aku yakin itu benar. Karena dilihat dari manapun, ini adalah keluarga penuh kasih sayang. Musim semi, tanggal 14 april, menjadi saksi dalam hidup noah, bahwa ia merupakan sosok yang disayangi oleh setiap orang. Oleh karena itulah, ia berjannji, entah apapun yang tejadi, kali ini, ialah yang akan melindungi keluarganya, menggantikan sosok kakanya yang telah pergi terlebih dahulu meninggalkannya.

***

Di suatu tempat tidak jauh dari rumah sakit, seorang pria mengamati noah dan keluaraganya dengan teropong panjang kono, dari sebuah gedung berlantai 4.
“baguslah kau sadar, karena hal ini tidak akan menjadi menarik bila kamu tidak sadar”. Orang ini langsung menutup teropongnya, lalu ia pergi berjalan pergi dalam kegelapan bayang ruangan, tanpa satupun melihat kehadiran dan wajahnya.



Cara Mudah Membuat Blog Terbaru





Membuat blog, di judulnya artikelnya saya telah menerapkan kata mudah, yang artinya diartikel ini akan dijelaskan mudahnya membuat blog bila anda telah mencobanya.ketika anda mencoba membuat blog gratis, terdapat beberapa pilihan bagi anda, apakah anda akan membaut blog gratis di bloger atau di wordpress.bloger sendiri merupakan besutan langsung dari google, jadi biar terasa lebih dekat saya akan menjelaskan cara membuat blog gratis di blog, untuk wordpress akan dijelaskan dilain kesempatan.
1.        Tentukanlah terlebih dahulu blog apa yang anda akan buat, misalkan kuliner, hiburan dan sebagainya.mulailah untuk menentukan judul blog juga, judul blognya harus sesuai dengan tema yang anda pilih, mudah diingat, dan singkat. Hindarilah penggunaan tanda lain seperti (  -  ) dan lain2nya karena tanda lain-lain tersebut sering dilupakan oleh pengunjung sehingga akan sulit berkunjung bila lupa. Contoh judul blog adalah umrahmurah.com atau murahumrah.com dsb.
2.        Buka http://www.bloger.com ,
3.        Masukan alamat gmail dan kata sandi anda, bila belum punya gmail anda bisa mendaftar di
4.        Setelahnya, anda sekarang akan berada di beranda blogspot. Kliklah “Blog baru” di sebelah kiri.
5.        Anda saat ini akan melihat kolom judul, alamat dan template. Masukanlah judul dan alamat yang telah ditentukan dilangkah 1. Bila belum menentukan alamat dari langkah 1, anda hanya perlu menyesuaikan dengan sistem, karena anda akan diberikan beberapa rekomendasi tentang alamat anda. Pilihlah template yang anda rasa baik, bila anda rasa kurang cukup anda bisa mencari di google tentang template keren dan mendownloadnya, anda bisa terapkan template itu nanti, setelah anda selesai membuat blog.
6.        Bila anda rasa sudah sesuai, klik buat blog.
7.        Blog baru telah selesai dibuat dan anda bisa memberikan berbagai ilmu anda untuk mendapatkan pahala :-)

Bila anda rasa kurang mengerti, anda dapat bertanya di kolom komentar, nanti saya akan jelaskan sebaik-baiknya agar anda mengerti.

LIVING LIGHT - Differential Dimension , PROLOG 2 - Jasad Lyna dan Noah

Tags



“buuush” asap ledakan saat ini terlihat dengan jelas oleh setiap orang di seisi kota. Para orang yang tidak terkena dampaknya, segera berlarian menuju lokasi tersebut.
 “ lyna, noah....!!” seorang ibu berkepala 3 berlarian dengan sekuat tenaga menyebut putri dan putra kesayangannya.
“ tunggu sayang ku” suaminya yang saat ini sedang berlari bersama anak bungsunya yang masih di taman kanak-kanak.
“ tidak...” sang ibu tersebut sungguh tidak percaya atas pemandangan buruk di depannya. Bangunan-bangunan berjarak 300 meter hangus terbakar, bangunan yang berada di 200 meter hancur lembur menjadi butriran debu. Puluhan orang yang berada di sekitaran 300 meter tewas, dan hanya sekitar belasan oranglah yang selamat.
“ lyna, noah!!” ibu tersebut berlarian dengan kencang, ia berteriak sambil berlari panik mencari ke dua anaknya. Berapa kali ia menyebut nama kedua anaknya, belasan hingga puluhan kali. Namun, tidak ada respon dari suara kedua anaknya.
“ mustahil...” berat rasanya sang ibu menerima kenyataan ini, ia terpungkur lemas di jalan. Ia tidak percaya bahwa kedua anaknya akan meninggalkannya secepat ini.
“ sayang ku...”
“ mamah...”
Sang ayah tidak tega melihat istrinya seperti ini, ia dengan penuh kesedihan pula, mencoba memeluk tubuh istrinya untuk mencoba sedikit menenangkannya.
“uhuk-uhuk” anak yang masih berada di bangku tk ini melihat ke sumber debu. Di sana terdapat sebuah bayangan. Bayangannya setinggi 180 cm, posturnya mungkin ia pria pikirnya. Saat anak ini berjalan kesana, ia pikir mungkin ada orang yang masih selamat di sana.
“uhuk-uhuk” debunya cukup pekat, ia segera mengambil sapu tangan miliknya dari tas selendangnya. Lalu menembus debu pekat tersebut. sesaimpainya di sana, Ia melihat puing-puing beton pagar rumah yang telah hancur.
-seharusnya di sini ada sosok seorang bapak-bapak, pikirnya
Melihat ke kiri dan kanan ia tidak menemukannya. Berjalan sedikit, ia terasa seperti menginjak sesuatu, ketika melihat ke bawah. Ia melihat tangan,
“ aduuh, maaf.” ia menundukan kepalanya segera, saat ia mencoba untuk mengintip sedikit siapa yang sedang terkapar, tidak lain dan tidak bukan adalah ke-dua kakaknya sendiri.
Sungguh ironis, ia melihat kedua sosok kakaknya seperti ini, sosok kakak perempuanya terlihat sudah tidak utuh, ia saat ini sedang mememeluk kakak noah.
Dia yang dilindunginya pun terlihat sama penuh dengan luka. Adik dari kedua kaka ini, terkapar lemas tidak percaya, seakan ini berada di dunia neraka.
“aa,aaah. Tidaak!!!”

Bagi mereka yang berada ditempat ini, tidak hanya dia yang menjerit histeris karena melihat orang yang di sayanginya telah meniggal, tapi setiap keluarga dari teman noahpun menjerit di tempat atas kejadian ini.
Kejadian ini dikatakan dalam sejarah sebagai kejadian misterius, tidak ada kejelasan dari jenis apa ledakan ini berasal. Sebuah fenomena misterius, yang mungkin akan menjadi tanda-tanda kehancuran baru bagi seluruh umat manusia.


Optimalisasikan SEO Pada Artikel yang Dibuat




Optimaliasi SEO ialah salah satu bagian terpenting pada sebuah blog. Anda dapat membuat artikel yang anda buat sendiri berada diposisi teratas pada Search Engine Google. Rasa puas dan bangga akan anda rasakan bila Artikel Anda berada diposisi teratas tersebut.
Tips dalam optimalisasi SEO cenderung berlimpah. Umumnya orang mengkategotikannya menjadi 2 agar mudah pahami, diantaranya optimalisasi saat membuat artikel dan setalah membuat artikel. Namun, di sini saya hanya akan menjelaskan ketika akan membuat artikel saja.
a.         Meriset Keyword
Meriset Keyword ini berguna agar artikel anda mudah terindex di search engine google. Dengan meriset keyword anda dapat mengetahui tentang peluang kepopuleran dan daya saing artikel anda.
-    Untuk langkah pertama anda bisa mengunjungi Google Adword dengan mengklik url ini silahkan
-    Isilah word and prhase dengan kata kunci yang anda inginkan, contohnya optimasi SEO
-    Isilah kategori berdasarkan tema dari kata kunci tadi, bila masih pusing untuk mengisi apa, anda juga dapat mengosongkannya.
-    Isilah languanges,sesuaikanlah dengan kata kunci anda tadi, bila kata kunci anda indonesia maka bahasa yang dipilihnyapun bahasa indonesia
-    Isilah location dengan lokasi sesuai dengan languange
-    Isi Chaptanya, lalu Search
-    Geser ke bawah, anda akan menemukan informasi mengenai kata kunci. Bila Competition Low maka itu adalah hal yang baik, tapi bila sebaliknya atau Competition Hight maka itu adalah hal yang kurang baik, untuk mengantisipasinya ada pilih saja alternatif yang ada dibawah.
-    Bila sudah menemukan kata kunci yang paling baik, mulailah rangkai kata kunci tersebut menjadi sebuah judul yang menarik. Contohna kata kunci yang anda tulis optimalisasi SEO, anda bisa merangkai judulnya menjadi cara jitu optimalisasi SEO
b.        Menambahkan label
Label dapat memudahkan pembaca untuk melihat kategori dari artikel yang anda buat. Misal anda menulis judul Cara Jitu Optimalisasi SEO, dan kategori yang anda buat bisa Tips Blog, atau label lainya yang anda minati. Menambahkan label ini dapat anda tulis pada kolom label di sidebar kanan pada artikel yang sedang anda tulis.
c.         Mengganti Tautan Permanen
Mengganti tautan permanen penting agar blog anda lebih mudah terindek oleh search engine google. Tautan permanen yang asalnya otomatis dapat anda gantikan menjadi tautan permanen khusus, dengan mengklik dan memilih tautan permanen khusus pada sidebar kanan saat anda menulis artikel. Untuk isi tautanya anda dapat menyesuaikan dengan judul artikel, contohnya cara jitu optimalisasi seo menjadi cara-jitu-optimalisasi-seo.

Sampai sini saja tips mengenai optimalisasi SEO pada artikel yang dibuat, walaupun ini masih sedikit dari tips SEO yang tersedia, tapi semoga dapat membantu anda bagi anda yang sedang mengembangkan Blog di tahap awal. Terimakasih. wassalamualaikum. 

LIVING LIGHT - Differential Dimension, PROLOG 1 - Komet Biru

Tags



Setiap paginya, aku sering bermain dengan teman-teman ku. Apapun yang kami mainkan bersama, baik itu di musim panas, gugur, dingin, hingga sekarang musim semi, terasa semuanya terasa menyenangkan. Teman terbaik diperkumpulan bermain ku ini adalah kakak ku sendiri. Dia cantik, eksotis, dan memukau. Menggambarkan wujud dari kakak ku ini, ku pikir terlihat seperti gadis yang menyeupai malaikat, walaupun aku belum pernah bertemu dengan malaikat sebelumnya. Rambut panjangnya berwarna hitam lurus, becermerlang layaknya berlian. senyumnya manis layaknya seperi bidadari. serta matanya yang agak lebar, memberi kesan bahwa ia seorang yang lucu dan memukau.
Walaupun sosoknya begitu lucu dan cantik, kakak ku memiliki kedewasaan yang melebihi dari yang aku miliki. Bisa ku katakan, saat aku sekolah dasar kelas 3, teman-teman menjahili ku dan ia menolong, entah berapa rasa sakit yang ia terima karena lemparan batu mereka, ia tetap tersenyum. Itulah mengapa aku menyebutnya “ Malaikat”.
Saat ini aku menginjak kelas 4 sd dan kakak ku kelas 1 smp, walaupun ia bermain dengan bocah seperti ku, ia merasa seperti bermain dengan sebayanya. Ia tersenyum, tertawa dan bahagia, itulah yang membuat aku mengetahui hal tersebut.
Permainan yang kami lakukan setiap waktunya, tidak begitu unik, tapi memerlukan sedikit keberanian. Seperti layaknya saat ini, teman-teman ku saat ini lagi bermain terjun ke sungai dari jembatan. Cukup tinggi woy, itulah yang aku katakan kepada mereka. tingginya juga diluar nalar bagi ku, yang masih bau kencing. Tinggi jembatan okinawa ini sekitar 7 meter.
“ buset!!” sahut ku, melihat teman-teman ku dengan beraninya melompat dari jembatan ini ke sungai.
“ boughtshh” percikan air memancar luar biasa dari efek loncatannya.
- dia tidak mati kah?
Itu lah yang aku pikirkan, tapi layaknya seperti teman lainnya, ia kembali ke permukaan dan tersenyum bahagia, sambil mengatakan “ uwaa”, karena efek keterkejutan dari melompat tinggi.
- kalian gila, bisa selamat?!
Selagi aku kengerian melihat bertapa mengerikannya mereka, karena berhasil selamat dari loncatan tersebut, kakak ku memandang ku dengan sosok khawatir. Ia merasa cemas, karena melihat kaki ku yang merinding layaknya seeokor kucing yang kedinginan.
“ noah” suara ini berasal dari kakak ku, saat aku melihatkan pandangan ku kepadanya, ia sedang melompat dari jembatan yang tinggi. Ia tersenyum dengan berani, bahagia, dengan roknya dan bajunya berkibar, seakan ia akan terbang.
“ kak..”
- terlambat
“ boughtshhh” percikan air deras berhamburan ke udara
Aku langsung berlarian menuju tepi jembatan, melihat sosok kakak ku ke segala sudut sungai, aku tidak dapat menemukannya
“ kakak?...” dengan lemas dan khawatir, aku tidak berhenti mencarinya.
- gelembung-gelembung?
Karena bila aku mengetahui adanya gelembung, di sanalah tempat kakak ku mengeluarkan oksigennya.
“ boughtshh” seseorang ke luar dari permukaan sungai. Rambutnya basah, begitu pula dengan wajahnya. Akan tetapi, wajahnya yang tersinari oleh cahaya oranye dilangit sore, membuat butiran air di wajahnya menjadi becemerlang. Hal itu membuatnya lebih membuat ku terpukau.
“ syukurlah” nafas lega ku keluarkan sambil memegang dada ku.
“ sykur apanya noah?”
“ apa?....” secara refleks aku langsung balikan pandangan ku kepada sumber suara.
Tak sempat mengetahui dan melihat orang yang berbisik tersebut, kaki ku berada dipegangan seseorang.
“ a..aah! Tunggu!!”
“ tidak ada kata tunggu!!”
“ hehe” suara jahil dari teman-teman ku lainya, ikut membantu orang yang memegang kaki ku. Mereka memegang dan mengagkat tubuh ku.
“ satu!-dua!!”
“ tigaa!” suara ancang-ancang terakhir ini, tepat melemparkan ku ke arah sungai.
Bagaikan melihat kematian, jantung ku berdetak sangat kencang dan mata ku melotot kepada sungai yang sebentar lagi ku hantam.
“ buaghtshh!!” dentuman keras dan percikan air terhempas ke udara.
“ hebat kita berhasil!!” ketiga teman ku, satu perempuan dan dua laki-laki saling menepuk tangan mereka.
“ noah?..” perempuan yang melemparkan ku tersebut memanggil ku di sungai. Tapi layaknya sungai yang mengalir tenang lainnya, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari ku.
“ noah!!” setiap orang menjerit karena khawatir aku tenggelam.
“ oy, noah!” kakak ku juga mencari ku dengan menyelam ke dalam sungai.
- di mana kau noah?.
Di dalam sungai, ia mulai melihat sesosok mahluk yang mendekatinya. Seakan terasa terdapat ancaman, ia mulai kembali kepermukaan, sambil berenang ke belakang.
“ tertangkap!” sebuah cengkraman dan daya dorong kuat, membuat kakak ku terlempar kebelakang berserta dengan mahluk ang mendorongnya.
“ boughts!!” dentuman keras air, terdengar oleh teman-teman ku lainya, sehingga mereka memandang pada sumber suara tersebut.
“ aa?.. Lyna?” teman-teman memanggil nama kakak ku sambil menghampiri sumber suara kakak ku.
“uahgt!!” sebuah suara berteriak keras dari kedalaman sungai, hal ini membuat teman-teman ku berkata “ hii..” karena ketakutan dan mengambil jarak.
Ternyata dari sumber suara tersebut, keluar dua sosok orang yang mereka kenal. Yaitu noah dan kakaknya, lyna.
“ hahaha, hebaat” aku berteriak gembira memikirkan bertapa takutnya diriku dari lemparan lainnya.
“ hahaha, aku kaget sekali!!. Haha, tidak menyangka kau akan keluar dari dalam sungai seperti itu” kakak ku tertawa sambil mengelap matanya, yang entah itu merupakan air mata atau tidak.
Aku tersenyum dan berkata, “ itu merupakan hal yang terbaik bukan, untuk mengejutkan mu kakak?, tidak hanya kakak, semua orang juga khawtir loh”
Memandang dengan mata jahil kepada teman-teman ku, teman-teman lainnya hanya tersenyum tipis, sambil merasa bahwa mereka telah kalah, karena merekalah yang dijahili akhirnya.
“ kau membuat ku khawatir noah, tapi aku bahagia karena kau selamat. Sebagai hukumannya..” kakak ku memandang jahil kepada teman-teman. Kupikir itu adalah respon bahwa kakak ku akan menjahili teman-teman lainnya. Ternyata sebaliknya, aku lah yang dijahili. Mereka melemparkan percikan air deras ke arah ku. Aku yang sendiri tidak berdaya, sambil mengatakan
“ tolong berhenti-tolong berhenti” sambil tertawa.
Mencoba tidak menyerah aku juga melemparkan air kepada teman-teman di belakang ku yang melemparkan percikan air.
“ rasakan ini!!” kakak ku yang asalnya menyerang ku, berbalik menyerang teman lainnya
“ hey lyna, kau curang!!” teman perempuan merengek jengkel.
“ tidak ada yang mengatakan bahwa kita berteman bukan?”
“oh iya, kalau begitu, rasakan!!” percikan air terus bertambah dikubu ku, menyerang teman-teman lainnya, terlihat kewalahan dari mereka.
“ kau juga lagi..” teman-teman laki-laki yang asalnya bersikap sok gagah, mengeluar jiwa merengek seperti perempuan.
Kakak beserta perempuan disampingnya menahan tawa kerena mendegarkan hal tersebut, tidak butuh waktu lama sampai mereka berdua tertawa terbahak-bahak karena hal tersebut.
“ hei apa yang kalian tertawakan?”
“ tidak-tidak, hahaha” kakak ku memalingkan wajahnya sambil menahan tawa yang tidak bisa dihentikannya.
Merasakan suasana kehangatan ini, aku juga ikut tertawa. Tertawa ini bukan merupakan tertawaan kepada mereka, tapi aku lebih ke bahagia karena moment yang hangat ini.
“ hei, noah!, kamu juga kah?”
semua orang tertawa, bukan karena akan suara dari anak laki-laki tersebut. Tapi tertawa karena bahagia karena bersyukur atas Momhent membahagiakan ini.
Walaupun angin dingin yang menerpa tubuh kamu hingga mengigil, kami tetap tertawa. Karena hal bahagia ini melebihi kebahagian-kebahagian lainnya. Sungguh perasaan hangat akan hubungan, layaknya seperti keluarga. Bila seperti itu, karena kehangatan keluarga ini berada di cahaya matahari terbenang yang indah. Ungkapan bahasa inggris yang tepat adalah “ Living light” atau dalam indonesianya, “ cahaya kehangatan orang-orang”.
“ indahnya, aku berharap kita semua dapat bersama hingga sampai kapanpun”
Aku berharap kepada tuhan akan doa ini, sambil memandang cahaya matahari terbenang yang indah dan mendegar suara tertawa teman-teman.
Yah semoga dapat bersama..

***

Ku papahkan kaki ku ini kepada taman. Melihat ke taman terdapat teman-teman ku yang melambaikan tangan mereka kepada ku, tentu juga kakak ku berada di sana.
“ hei, noah. Bagaimana dengan ujian tengah semester mu?” kakak ku memimpin pembicaraan terlebih dahulu.
“ yah, begitu. Kalau aku dapat nilai rata-rata A lagi” ketika mengucapkan ini aku berusaha merendahkan suara ku agar tidak berkesan sombong.
“ luar biasa yah, kalau aku mana mungkin mencapai hal tersebut” seorang teman ku yang sedang bermain jungkat jungkit tertawa.
“ itu karena keseharian mu hanyalah bermain tahu” perempuan yang bermain jungkat-jungkin dengan laki-laki tersebut merespon sambil menunjuk kesal.
“ hahaha” percakapan mereka berdua seperti kucing yang sedang bertengkar, hal itulah yang membuat aku serta teman-teman lainnya tertawa. Kakak ku hanya tersenyum karena tingkah mereka sambil melihat langit.
“ hei, lyna benarkan?” laki-laki tersebut mencoba minta bantuan lyna untuk membelanya. Sedikit waktu berjalan, dia heran karena lyna terdiam dan hanya memandang langit.
“ ada apa di langit” ketika dia melihat memandang langit, ia melihat sebuah benda bercahaya berwarna biru, keindahannya layaknya komet. Aku dan semua teman ku memandang hal itu sebagai hal yang luar biasa.
Kakak ku memandang benda tersebut juga, layaknya seperti bahagia. Tapi, entah kenapa wajahnya memucat tanpa alasan yang aku ketahui.
“ cahaya itu tidak memiliki massa dan hanyalah gelombang?. Tidak hanya itu..”
Kakak ku langsung membalikkan tubuhnya dan berteriak dengan kencang kepada kami.
“ kalian semua pergi!, benda itu menuju kemari!”
Peringatan dari kakak ku itu seperti sebuah suara yang rasanya terdengar dengung ditelinga ku. Tidak terdengar jelas karena suara bising tiba-tiba muncul. Membuat indra telinga ku tidak bekerja. Aku hanya terdiam, tidak bergerak. Aku hanya melihat kakak ku menarik ku, dan membawa  ku berlari bersamanya.
Benda bercahaya tersebut sekitar 200 meter dari kami. Layaknya sebuah meterorit pikir kakak ku. Kemudian ia akan menabrak bumi.
“ Duuum.......” dentuman merambat ke segala sudut dengan cepat, hingga hampir berada di dekat aku dan kakak ku.
Aku dan kakak ku berlari, berlari dan berlari sekencang-kencang selayaknya aku bisa. Saat ku sempatkan untuk membalikkan wajah ke belakang, di sana aku dapat melihat dengan jelas. Salah satu teman ku yang berteriak “ TOLONG AKU”. Tidak sempat dari 2 detik aku memandangnya. Saat ini tubuh teman ku tersebut telah tidak ada, terlahap oleh cahaya biru.
“ mana mungkin... Bagaimana bisa”.
Air mata yang dulunya sulit aku keluarkan, entah berapa kali aku memerlukannya. Saat ini terasa ia muncul dengan sendirinya di wajah ku. Sungguh, sungguh, kenangan yang telah aku buat bersama dengan teman ku, baik itu saat bermain dan melompat jembatan saat kemarin, telah menjadi debu, terlahap oleh cahaya tersebut.
- sial.
Kakak dalam hatinya menggurutu kesal dan sedih, tapi bagi dirinya saat ini adalah menyelamat kan ku.
“ wuuush” cahaya biru benar tidak berkompromi, hanya dalam sekian detik saja jarak kami dengannya telah mencapai kurang dari 10 meter.
Aku yang berlari kencang, ditarik oleh kakak untuk berbelok ke kiri. Tempat ini merupakan halaman rumah orang lain. Sang kakak langsung berkata dengan keras “ noah, berlindunglah di sini”
Saat ia mengatakan itu, aku tidak memiliki kesempatan dalam bergerak. Ia langsung menarik ku dalam pelukkannya, serta melindungi ku di pelukannya.
Saat ini ledakan berada di belakang tembok tempat kakak berlindung. Retakan terdengar dari dinding yang berada dibelekangnya,
-tidak mungkin, kita akan....
Saat ini aku mengetahui bahwa aku dan kakak ku akan mati, terlahap oleh cahaya biru. Tubuh ini terasa ringan, entah apa penyebabnya, apakah aku terbawa oleh angin ledakan?. Entahlah apapun itu. Aku tidak memperdulikan itu terlalu banyak, terpenting saat ini mungkin kakak ku yang saat ini tepat berada di depan ku. Aku sempat mengusap air matanya, sebelum aku dan kakak ku terlahap oleh cahaya biru.

Bersambung...


bagi anda yang ingin  melanjutkan membaca silahkan baca kelanjutannya di sini

Terimakasih :-D



*Setiap hak cipta dilindungi undang-undang