Tampilkan postingan dengan label makmur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makmur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

Takkan ada tobat tanpa ini. Tanpa Tobat Sukses Akhirat Tak Tercapai




daun berjatuhan,
perilaku sosial mengejekmu ,
penyakit yang buat kau tumbang,
kebakaran menghanguskan harta bendamu setelah bertahun-tahun,
ini adalah kumpulan hikmah,
tak jadi petunjuk jika kau tak berpikir,
kini adalah giliranmu,
tobat karena ciptaan-Nya, Perilaku Sosial, atau Musibah,
lebih cepat kau ambil hikmah, lebih baik bagimu.

#Puisi
#alqolam_upi
#syair
#tobat
#hikmah
#petunjuk

Kamis, 05 Oktober 2017

Wahai orang yang ingin sukses. susnlah waktumu berdasarkan skala prioritas sebagai permulaannya!


sering meupukan kegiatan-kegiatan penting?
merasa bahwa kehidupan ini menjadi berantakan dan tidak tertata?
merasa bahwa kita tak tahu hal utama mana yang perlu kita kerjakan?

teman-temanku yang kreatif. bila anda merasa demikian maka yang salah itu bukanlah dalam kegiatan-kegiatan yang bertumpuk menyerang anda, seperti ditembaki peluru. akan tetapi, permasalahannya adlah di anda. karena anda belum tahu cara menyusun jadwal. maka akan sering kita jumpai bahwa banyak agenda yang kita anggap penting, kok tidak cocok, kok berasa waktunya kurang pas, bahkan ada kegitan penting yang sama sekali dilupakan. marilah teman-teman kita beralih dari -permasalahan ini ke solusinya.
Menurut Covey, Merrill and Merrill (1994) cara yang paling baik dalam menentukan kegiatan prioritas adalah dengan membagi kegiatanmu menjadi penting-mendesak, penting-tidak mendesak, tidak penting-mendesak dan tidak penting-tidak mendesak seperti gambar di atas.

ini adalah cara terbaik untuk menyusun waktu anda. ketika anda sudah tahu takaran waktu apa yang paling banyak menguras waktu, maka kini anda dapat membuat jadwal kegiatan yang sesuai takarannya. 

mari jadikan hidup anda lebih baik, dengan hal simple ini. ambilan selembar kertas. buat agendamu menjadi seperti gambar diatas. setelah tersusun, buatlah notes di telepon pintarmu, agar kau tidak melupakan hal-hal penting yang akan menjadi luar biasa dalam hidupmu.

sekian, salam kreatif.


Senin, 30 Januari 2017

Berbisnis dengan Allah, Berbisnis Yang Tak Akan Pernah Merugi!.

Umat Islam di era modern mungkin tak lagi bisa menatap Rasulullah. Tak bisa berdialog apalagi meminta nasihat beliau.

Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara, Ustaz Fadhlan Gharamatan, mengatakan mesti tidak lagi bertemu atau berdialog dengan beliau, warisan Rasulullah telah membuat umat Islam dari berbagai suku, dan ras, seperti masyarakat Indonesia di Bagian Barat, Tengah, dan Timur berkumpul menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.

‎" Jadi, kita harus lanjutkan apa yang diwariskan beliau," kata dia, ketika mengisi ceramah Isya di Masjid Kimbi, Wamena, Jakarta, Jumat (23/9)m

Ustaz Fadhlan mengatakan, warisan lain yang diteladankan Rasulullah adalah berbisnis bersama Allah. Bagaimana caranya, yakni berjuang di jalan Allah.

"Banyak intepretasi soal ini, tapi intepretasi yang benar adalah berjuang menjadi da'i terbaik. Yang berdakwah kepada setiap orang walaupun hanya sepenggal ayat," kata dia.

Bagi yang memiliki harta, kata Ketua Komite Umat untuk Tolikara ini, jangan lupa sedekahkan. Sisihkan agar syiar Islam tetap jalan, usaha maju, dan dapat membangun masjid.

"Apakah berbisnis dengan Allah rugi," tanya Ustaz kepada jamaah.

"Begini, Anda sedekahkan 10 juta saja, Allah akan balas 100 kali lipat. Anda dapat berapa?"

‎Kalau tidak punya harta, kata dia, setiap Muslim bisa memikul batu atau cor masjid. "Jadi, banyak cara berbisnis dengan Allah. Jangan takut, hanya dalam Islam, setiap hal baik yang dilakukan akan mendapatkan balasan dari-Nya," kata dia.‎ 




sumber:
Red: Agung Sasongko
http://khazanah.republika.co.id

Anti Bisnis Gagal!. Bangun Bisnis Ala Abdurahman Bin Auf

Penasaran bagaimana Anti Bisnis Gagal!. Bangun Bisnis Ala Abdurahman Bin Auf? 
tentu sangat melekat di ingatan kita, tentang seorang sahabat Rasulullah yaitu Abdurrahman bin Auf yang dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi. Begitu tiba di Madinah, Saad berkata kepada Abdurrahman, “Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya. Silakan pilih separuh hartaku dan ambillah, dan aku mempunyai dua istri, pilihlah salah satu yang menurut anda lebih menarik dan akan aku ceraikan dia supaya anda bisa memperistrinya.” Abdurrahman pun menjawab, “Semoga Allah memberkati anda, istri anda dan harta anda. Tunjukkanlah jalan menuju pasar.”
Dengan izin Allah, Abdurrahman menjadi sahabat Rasulullah yang banyak membawa manfaat untuk umat Islam karena bisnis dan perdagangannya.
Luar biasa, ya, sob.
Berikut ini Nida telah mengulas cara bisnis menguntungkan ala Abdurrahman bin Auf,
1.Modal mental lebih penting daripada modal harta
Mental kaya lebih penting daripada kaya. Abdurrahman memulai bisnisnya dari nol dan mampu mengumpulkan kekayaan lebih banyak karena dia memiliki mental kaya. Bentuk dari mental kaya ini adalah selalu mau memberi bukan hanya menerima, siap dengan kerasnya usaha, tangguh, bersungguh-sungguh dalam usaha dan meyakini keberhasilan usahanya. Perhatikan perkataan Abdurrahman bin Auf dalam meyakini keberhasilannya. Beliau berkata,”Seandainya aku membalik sebuah batu, maka, aku akan menemukan emas atau perak.”
2.Paham seluk beluk perdagangan
Abdurrahman bin Auf tidak hanya bermodalkan harta dan mental kaya. Tapi, beliau juga memahami secara mendalam seluk beluk perdagangan secara teknis di Madinah. Abdurrahman mengetahui kondisi pasar. Sesampainya di Madinah, Abdurrahman mendatangkan minyak samin dan keju dari wilayah lain untuk dijual di Madinah. Hal ini menunjukkan bahwa Abdurrahman paham betul masalah supplier, jalur distribusi, networking, marketing, dan juga selling di Madinah. Beliau juga menjalankan strategi dalam memilih jenis usaha, serta selektif dalam memilih kualitas barang dan layanan yang mengandalkan kejujuran.
3.Memiliki kepribadian teladan
Persahabatan yang dianjurkan dalam Islam menjadi salah satu dasar yang mendorong keberhasilan Abdurrahman. Abdurrahman dikenal memiliki kepribadian yang baik sampai sempat menjadi kandidat pengganti Khalifah sebelumnya, namun jiwanya yang tidak ambisius mengarahkannya untuk mundur. Beliau dikenal sebagai seseorang yang berpenampilan sederhana. Meskipun sudah menjadi saudagar yang kaya raya, beliau tidak lantas lari dari kewajiban perang, di tubuhnya paling tidak terdapat 20 bekas luka, beberapa gigi seri yang patah, serta kaki yang pincang akibat peperangan melawan kaum kafir.
4.Rajin berinfak dan bersedekah
Abdurrahman bin Auf saat sudah berdagang, beliau meniatkan semua hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah semaksimal mungkin. Saat perang Tabuk, beliau menginfakkan 200 uqiyah setara dengan 5,95 kg emas, apabila 1 gram emas setara 500 ribu rupiah, maka, Abdurrahman bin Auf sudah memberikan 2,9 milyar dalam perang Tabuk.
Abdurrahman bin Auf yang pernah menjual tanah seharga 40 ribu dinar setara 90,4 milyar, uang tersebut dibagikan kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin dan Anshar. 
Begitulah saat seseorang membantu agama Allah, Allah akan membantunya. Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah, akan dilipatgandakan. Abdurrahman bin Auf bertambah kaya karena menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah berfirman dalam qur’an surat Al Baqarah ayat 245,
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.”
5.Melibatkan Allah subhanahu wa ta’ala
Cara bisnis dengan melibatkan Allah akan membuat bisnis yang kita jalani mencapai kejayaan dan kesuksesan. Bagaimana cara melibatkan Allah?
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mu’min ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya.” (HR.Muslim)
Abdurrahman menjadi sahabat yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya. Ia tidak mau celaka dengan menyimpan harta, ia mengumpulkan dengan santai dan dari jalan yang halal, tetapi, ia tidak menikmatinya sendirian. Orang-orang Madinah pernah berkata, “Seluruh penduduk Madinah berserikat (menjalin usaha) dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkan kepada mereka, sepertiga digunakan untuk membayar hutang mereka, dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikan kepada mereka.”
Abdurrahman dan penduduk Madinah saling mendahulukan kepentingan saudaranya, sehingga Allah membukakan keberkahan dan Allah membukakan peluang menguasai ekonomi umat. Bahkan, pasar Madinah yang tadinya dikuasai Yahudi berpindah ke tangan Muslimin. Berawal dari sikap tolong-menolong (ta’awun) sesama muslimin, lalu saling memecahkan masalah saudaranya, dan menjadi penguasa ekonomi saat itu. Inilah hasil dari mematuhi hukum Allah.





dikutip dari: http://www.annida-online.com