Tampilkan postingan dengan label bisnis melejit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis melejit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

Ayo Mulai Bisnis!, 10 Jenis Usaha Ini Bisa Memotivasi Anda Untuk Mulai Berbisnis

Lagi cari peluang usaha yaahhh??
Gak tau harus memulai usaha apa???
Modal terbatas??? Yuk kita akan membahas sedikit tentang jenis usaha modal kecil tapi keuntunganya tidak kecil-kecil amat nih. Syaratnya hanya kemauan dan tekad yang kuat yah…
Banyak orang sampai saat ini masih sering salah tetang paradigma atau mind set tentang membuat usaha. Kebanyakan dari kita masih berfikir bahwa memulai usaha harus dengan modal uang sekian juta, atau sekian puluh juta. Padahal SAYA sendiri sudah membuktikan bahwa TIDAK selalu mengenai modal uang.
Mindset seperti ini harus kita ubah agar kita bisa lebih maju menanggapi peluang bisnis. Orang yang masih hanya memikirkan tentang uang adalah sebagai modal utama dari sebuah usaha, hanyalah orang yang beranggapan bahwa dia dapat memulai usaha ketika dia membelanjakan sesuatu, kemudian dapat barang, barulah barang tersebut dijua.
Itulah sebabnya kita HARUS benar-benar belajar tentang jenus usaha apa sih yang bisa kita lakukan. Dan apakah memang membutuhkan modal uang??? Yuk kita bahas yah??
Langsung ajah yah, kita mulai dari yang pertama nih :

1. Bisnis Pulsa

Kalau bicara bisnis pulsa, jangan pernah beranggapan bahwa kita harus punya banyak handphone kemudian banyak deposit. Saat ini sudah banyak sekali distributor penyalur pulsa. Dalam artian, persaingan antara distributor memungkinkan kita untuk memilih, siapa yang bisa kita ajak berpartner.
Contoh yang paling mudah dalam berpartnet dalam bisnis pulsa adalah seperti yang dilakukan teman saya. Dia mengajak beberapa orang untuk memulai berbisnis pulsa, kemudian mereka patungan, selanjutnya mereka menghabiskan biaya deposit mereka secara bersama-sama.
Ini akan menjadi lebih ringan dari segi permodalan tapi lebih cepat menghabiskan saldo atau deposit tersebut. Sangat mungkin dan mudah bukan??

2. Bisnis Kuliner

Bicara bisnis kuliner, sudah pasti bisa kataan memang butuh modal. Yaah…paling tidak kita harus sewa tempatlah. Tapi sewa tempat tidak harus yang mahal. Cari ditempat yang tetap ramai, tapi tidak terlalu mahal. Caranya, carilah tempat yang tidak terlalu besar. Kamu bisa memasak ditempat lain, dan tempat berjualanya haanya sekedar tempat jualan. Tidak termasuk tempat memasak makanan tersebut. Ini juga sudah banyak dilakukan orang. Jadi mereka cukup menyewa tempat di pinggir jalan dengan ukuran yang tidak terlalu besar agar harganya lebih murah.

3. Bisnis Laundry

Kalau bisnis Laundry, saya sendiri telah pernah melakukanya. Dan ini masih sanagat menguntungkan. Saat ini orang pingin cepat dan tidak mau diganggu urusan cuci mencuci.
Yang penting mereka tinggal bayar, kemudian pakaian mereka bersih dan rapih. Modal awal untuk membuat sebuah usaha laundry berkisar antara 8 juta hingga 15 juta. Tentu ini modalnya cukup minim. Tapi tidak apa-apa, yang penting kamu bisa memulai sebuah usaha dahulu. Jangan berfokus kepada keuntungan, tapi jasa yang kamu buat sangat bersih dan meyakinkan pelanggan kamu. Dengan demikian orang-orang akan semakin banyak yang percaya kualitas pekerjaan laundry kamu.
Sebagai gambaran, saya membuka laundry dengan modal cukup 12 juta saja. Dan itu berjalan sangat baik. Semoga usaha kamu juga berjalan dengan baik yah??

4. Jasa Pengetikan

Kalau jasa pengetikan cukup bermodal sebuah komputer dengan harga 3 jutaan dan sebuah printer dengan harga 1 juta, kamu sudah bisa memulai usaha. Kalau tempat, bahkan kamu bisa menyewa sebuah tempat yang tidak perlu dipinggir jalan. Orang yang membutuhkan jasa pengetikan adalah orang yang butuh hasilnya selesai tepat sesuai dengan yang mereka inginkan.
Jadi mereka tidak akan melihat tempat kamu ada dimana. Bahkan sekalipun tempat usaha mu di sebuah GANG, kalau hasil pengetikanya bagus dan servis kamu bagus, maka akan berhasil kok.

5. Bisnis Pakaian

Bisnis pakaian saat ini sedang bergejolak loh Frends. kalau teman-teman gak percaya, silahkan lihat di toko-toko online terpercaya seperti tokopedia, lazada, Blibli dan lain sebagainya, perhatikan bahwa penjualan produk favorit mereka adalah baju-baju.
Ini salah satu jenis usaha yang saat ini digandrungi oleh kaum hawa. Alasanya sudah sangat jelas, bahwa tren pakaian saat ini berkiblat ke luar negeri. Sehingga masyarakat kita ikut-ikutan. Dan ini adalah peluang bagus sekali.

6. Dropship

Dropship ini tidak sama dengan reseller. Kalau dropship tidak perlu membeli barang. Sementara reseller HARUS membeli barang terlebih dahulu.
Keuntunganya jangat jelas sekali, kita tidak perlu mengeluarkan modal. jadi dengan kata lain Dropship adalah berperan sebagai “CALO”. Dan ini banyak loh dikerjakan orang. Dan banyak sekali yang berhasil.
Prinsip kerjanya sederhana, kita mempromosikan sebuah produk bisa dari sosial media, bbm, WA atau Instagram. Kemudian ketika ada yang pesan, kita suruh dulu konsumenya untuk transfer dana. Setelah mereka transfer dana, kita belikan barangnya dari si penjual. Tapi kita katakan kepada si penjual agar mengirimkan barangnya ke alamat si pembeli tadi. Jadi kita hanya bersifat perantara.
Untuk memulai sistem dropship dengan modal yang sangat murah, yaitu hannya Rp 100.000,- saja, kamu dapat mendaftar di Suplier Murah. Disana kamu dapat melihat banyak sekali produk-produk murah dan bersaing harganya.
Dibutuhkan Keyakinan dan Kepercayaan dari setiap pelanggan yang kita tawarkan. Oleh karena itu, jangan sekali-sekali membuat curang atau kebohongan. Anda tidak akan dipercayai orang lagi.

7. Jasa Les Privat

Saya sendiri masih melakukan ini. Modal awalnya hanya sebuah motor tahun 2005, dan bensin. Sementara bayaranya lumayan loooh….. tapi tergantung NEGOISASI kita juga. oleh karena itu, dibutuhkan kepiawaian kita dalam negosiasi dan KUALITAS kita dalam mengajar siswa.
Ini kategori jenis usaha bidang jasa. Dan jenis usha bidang jasa tidak memiliki ukuran yang jelas dalam hal biayanya. Jadi tergantung masing-masing.

8. Kerja Online

Bicara kerja online, sudah tidak diragukan banyak sekarang orang mencari kerja online looh…alasanya mereka bosan kerja di kantor. Waktu mereka tersita banyak, dibawah tekanan, bekerja dengan target dan lain-lain. Jadi bagi mereka yang kurang suka terhadap hal-hal tersebut, bisa memilih kerja online.
Apa saja kerja online yang bisa dikerjakan dengan modal kecil??
Banyak sekali. Mulai dari jasa SEO, menulis artikel, membuat logo, Desain dan lain sebagainya.

9. Membuat Website

Membuat website memang membutuhkan keahlian khusus. Dalam artian, harus belajar beberapa hal seperti HTML dan PHP serta sedikit Database. Dengan demikian, kamu bisa menjual jasa pembuatan website.
Modalnya tidak besar kok. Kamu bisa memulainya dengan kursus terlebih dahulu. Jadi biayanya tidak terlalu besar daripada kamu harus kuliah.

10. Kerja keras

Sengaja saya buat poin terrakhir bukan ttg bisnis tapi kerja keras. mengapa??? karena jika peluang sudah ada di depan kita, tapi kita tidak Take Action dan bekerja keras, maka semuanya itu akan menjadi Sia-sia. PERCUMA.

Kamis, 02 Februari 2017

Tips Bisnis Melejit Pesat!, jadikan Pesaing Terbesar Mu, Menjadi Rekan Bisnis Terhebat Mu

Banyak perusahaan sekarang ini yang mengalami ketakutan. Entrepreneur merasa paranoid, ketakutan yang melebihi batas wajar karena bahkan membuat mereka mencurigai rekan bisnis mereka akan mencuri atau merongrong usaha mereka.
Ketakutan tersebut membuat mereka lupa bahwa kerjasama kreatif dan saling menguntungkan bisa menjadi peluang terbaik untuk menggenjot pemasukan dan mempertahankan pertumbuhan usaha. Akan tetapi patut disadari pula bahwa ‘berteman dengan musuh’ juga bisa membawa malapetaka karena bisa membuat kita mengalami kerugian. Kita harus mengambil risiko, tetapi tetaplah bersikap cerdas dan taktis.
Tujuan kita sebagai entrepreneur ialah ‘coopetition’, sebuah konsep gabungan antara kerjasama (cooperation) dan persaingan (competition), untuk menemukan cara membangun kerjasama dengan pesaing kita sedemikian rupa sehingga kedua belah pihak dapat secara substansial menikmati keuntungan dari sumber daya pihak lain tanpa harus mencuri pelanggan atau merusak kredibilitas satu sama lain. Ini  merupakan strategi yang bagus bagi usaha kecil menengah atau entrepreneur pemula dan merupakan strategi ekspansi yang patut dicoba bahkan untuk perusahaan yang mapan.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan software baru yang masih berskala usaha kecil yang menjual produk khusus untuk konsumen korporat yang dibanderol mahal. Produk itu berat dalam aspek kapabilitas pengembangan visual, tetapi mudah dan ringan dalam hal pemodelan dan simulasi dan para stafnya terus bekerja bersaing melawan rival dalam ceruk pasar yang pada hakikatnya memiliki kelebihan dalam jenis produk serupa. Kedua pihak, perusahaan dan rivalnya, sama-sama kehilangan segmen pasar yang menguntungkan. Keduanya juga gagal dalam membangun apa yang dimiliki oleh pihak lain tetapi mereka dengan mudah bisa menyatukan sejumlah fitur gabungan dalam sebuah produk hasil kreasi bersama.
Akhirnya kedua perusahaan memutuskan untuk menyusun sebuah kerjasama strategis dengan produk gabungan demi menjaring segmen pasar yang lebih besar. Berkat cakupan pasar yang bertambah luas dan solusi bagi konsumen yang lebih banyak, keduanya meraih pemasukan yang lebih tinggi dan kredibilitas yang melebihi sebelumnya dan pada saat yang sama mengurangi upaya pemasaran dan pengembangan. Di triwulan berikutnya, kedua pihak bersama-sama mendapatkan dua orang pelanggan korporat baru yang menyukai solusi terintegrasi yang ditawarkan kedua perusahaan tersebut.
Contoh di atas hanyalah pendekatan pertama dari banyak model pendekatan lain dalam ‘coopetition’, yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak yang terlibat:
Sisi terbaik keduanya menciptakan pasar baru. Pesaing Anda memiliki kelebihan, dan Anda memiliki kelebihan yang berbeda. Gabungan strategis bisa menang dalam segmen pasar yang baru. Segmen ini tidak atau kurang bisa tergarap dengan maksimal jika hanya salah satu pihak yang menggarap, misalnya dalam aspek waktu atau biaya.

Pembagian biaya dan ekonomi skala
Kedua perusahaan bekerja bersama-sama mengerjakan segmen bisnis mereka di mana mereka yakin mereka bisa menekan biaya tetapi tidak sampai membahayakan kualitas-kualitas unik yang mereka miliki. Misalnya, Dell dan HP adalah dua perusahaan yang sama-sama bersaing dalam pasar laptop. Namun keduanya menawarkan prosesor Intel. Daripada membuat prosesor sendiri demi menekan biaya komponen dan memperluas pasar penggunaan melalui kompatibilitas produk yang banyak, keduanya kini bisa memimpin pasar dengan menggunakan prosesor serupa tetapi Dell menawarkan konfigurasi sistem yang terkustomisasi saat pengiriman, sementara HP  berfokus pada layar yang lebih bagus dan teknologi baterai.
Tawarkan produk pelengkap setelah penjualan awal. Jika pelanggan bisa mengambil manfaat dengan memiliki produk kedua perusahaan, Anda bisa berunding mengenai peluang untuk memasukkan produk pesaing sebagai tambahan atau sebaliknya. Inilah yang disebut sebagai up-selling atau cross-up-selling, yang memungkinkan kedua perusahaan berbagi laba. Anda bisa menemukan hal ini tiap hari di gerai-gerai ritel yang bukan ‘toko perusahaan’. Mereka merasa amat senang menjual merek alternatif pada konsumen yang sekiranya sesuai atau melengkapi produk yang telah dibeli. Cara lain yang biasa mereka lakukan ialah dengan menyarankan peralatan premium dari perusahaan lain, setelah Anda memilih suatu produk yang lebih terjangkau.

Bersatu demi segmen baru atau penting
Jika pesaing Anda memiliki produk serupa yang bisa melengkapi produk Anda, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk menyusun sebuah kesepakatan di mana kedua perusahaan bisa menawarkan sebuah paket yang terintegrasi atau suatu produk baru. Cara lain untuk melakukan 'coopetition' ialah dengan menciptakan sebuah tawaran baru untuk mengatasi ‘musuh’ bersama. Misalnya jika Anda menjual majalah perjalanan, Anda bisa menambahkan video perjalanan saat seseorang berlangganan. Anda kini membidik kelompok orang yang ingin majalah perjalanan dan mereka yang menghendaki video spesifik yang Anda berikan cuma-cuma. Orang lain kini membeli majalah Anda daripada memesan tiket perjalanan, misalnya, yang masing-masing akan bersaing dengan majalah dan video Anda.

Dukungan timbal balik terhadap produk
Jika pesaing tidak sungguh-sungguh berkompetisi dengan pasar Anda secara langsung, Anda bisa mereferensikan usaha stau sama lain tanpa harus kehilangan jumlah pelanggan. Pemasaran afiliasi bisa menjadi solusi tepat untuk itu. Pertukaran tautan di situs masing-masing perusahaan bisa jadi langkah awalnya.
Ini juga berhasil untuk dua perusahaan dengan produk berbeda tetapi membidik konsumen yang sama. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah pelanggan kedua bisnis secara bersamaan. Misalnya, sebuah pusat akupuntur bisa bekerjasama menawarkan jasa pusat kebugaran. Anggota pusat kebugaran bisa mendapatkan potongan harga di pusat akupuntur dan pasien bisa mendapatkan analisis lemak tubuh dari pusat kebugaran.
Investor potensial
Setelah Anda mengukuhkan kredibilitas dan nilai, sebuah kerjasama strategis bisa dilanjutkan menuju kerjasama keuangan. Perusahaan pesaing mungkin memiliki potensi keuangan yang Anda inginkan dan siap untuk berinvestasi dalam aspek bisnis yang mereka akrabi sebelumnya. Pesaing ini juga bisa menjadi kandidat yang lebih baik untuk merger atau akuisisi (M & A) karena hubungan yang telah terjalin, saat salah satu dari perusahaan telah siap untuk langkah itu. Misalnya IBM, Intel, dan perusahaan raksasa lainnya secara rutin mengalokasikan dan mengatur dana untuk diinvestasikan dalam usaha-usaha rintisan dengan teknologi terkini yang bisa membawa usaha ke taraf yang lebih kompetitif. Membeli usaha rintisan yang mendapatkan traction (daya tarik) lebih murah dan lebih cepat bagi mereka daripada mencoba untuk mengelola usaha pengembangan serupa dalam sebuah perusahaan besar.
Tentunya diperlukan tindakan-tindakan pencegahan agar sebuah kerjasama strategis bisa berhasil. Perusahaan harus mendefinisikan dengan jelas di mana mereka bekerjasama dan di mana mereka bersaing. Hal pertama yang bisa Anda mulai ialah dengan membangun perjanjian non-compete dan non-disclosure yang baik. Selain itu pastikan tidak ada ketidakserasian prioritas antara perusahaan Anda yang bisa menyingkirkan hal-hal positif. Misalnya jika harga diri Anda ialah reputasi layanan pelanggan Anda, jangan pertaruhkan itu dengan bermitra dengan sebuah perusahaan yang memiliki barang-barang yang lebih murah tetapi terus menerus memberikan pelayanan pelanggan yang buruk.
Wajar bagi sebuah usaha untuk secara naluriah mencari jalan untuk menghindari, mengelak atau melindungi dirinya sendiri dari ancaman pesaing. Namun cobalah untuk mengamati potensi hubungan kemitraan strategis yang bisa muncul dari pesaing. Anda mungkin akan berpikir bahwa kadang lebih menguntungkan dan cerdas untuk memanfaatkan aspek positif persaingan daripada berperang hingga titik darah penghabisan yang membuat kedua pihak merugi.

dikutip dari : http://www.ayopreneur.com/