Tampilkan postingan dengan label tipsbisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tipsbisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2017

Ayo Mulai Bisnis!, 10 Jenis Usaha Ini Bisa Memotivasi Anda Untuk Mulai Berbisnis

Lagi cari peluang usaha yaahhh??
Gak tau harus memulai usaha apa???
Modal terbatas??? Yuk kita akan membahas sedikit tentang jenis usaha modal kecil tapi keuntunganya tidak kecil-kecil amat nih. Syaratnya hanya kemauan dan tekad yang kuat yah…
Banyak orang sampai saat ini masih sering salah tetang paradigma atau mind set tentang membuat usaha. Kebanyakan dari kita masih berfikir bahwa memulai usaha harus dengan modal uang sekian juta, atau sekian puluh juta. Padahal SAYA sendiri sudah membuktikan bahwa TIDAK selalu mengenai modal uang.
Mindset seperti ini harus kita ubah agar kita bisa lebih maju menanggapi peluang bisnis. Orang yang masih hanya memikirkan tentang uang adalah sebagai modal utama dari sebuah usaha, hanyalah orang yang beranggapan bahwa dia dapat memulai usaha ketika dia membelanjakan sesuatu, kemudian dapat barang, barulah barang tersebut dijua.
Itulah sebabnya kita HARUS benar-benar belajar tentang jenus usaha apa sih yang bisa kita lakukan. Dan apakah memang membutuhkan modal uang??? Yuk kita bahas yah??
Langsung ajah yah, kita mulai dari yang pertama nih :

1. Bisnis Pulsa

Kalau bicara bisnis pulsa, jangan pernah beranggapan bahwa kita harus punya banyak handphone kemudian banyak deposit. Saat ini sudah banyak sekali distributor penyalur pulsa. Dalam artian, persaingan antara distributor memungkinkan kita untuk memilih, siapa yang bisa kita ajak berpartner.
Contoh yang paling mudah dalam berpartnet dalam bisnis pulsa adalah seperti yang dilakukan teman saya. Dia mengajak beberapa orang untuk memulai berbisnis pulsa, kemudian mereka patungan, selanjutnya mereka menghabiskan biaya deposit mereka secara bersama-sama.
Ini akan menjadi lebih ringan dari segi permodalan tapi lebih cepat menghabiskan saldo atau deposit tersebut. Sangat mungkin dan mudah bukan??

2. Bisnis Kuliner

Bicara bisnis kuliner, sudah pasti bisa kataan memang butuh modal. Yaah…paling tidak kita harus sewa tempatlah. Tapi sewa tempat tidak harus yang mahal. Cari ditempat yang tetap ramai, tapi tidak terlalu mahal. Caranya, carilah tempat yang tidak terlalu besar. Kamu bisa memasak ditempat lain, dan tempat berjualanya haanya sekedar tempat jualan. Tidak termasuk tempat memasak makanan tersebut. Ini juga sudah banyak dilakukan orang. Jadi mereka cukup menyewa tempat di pinggir jalan dengan ukuran yang tidak terlalu besar agar harganya lebih murah.

3. Bisnis Laundry

Kalau bisnis Laundry, saya sendiri telah pernah melakukanya. Dan ini masih sanagat menguntungkan. Saat ini orang pingin cepat dan tidak mau diganggu urusan cuci mencuci.
Yang penting mereka tinggal bayar, kemudian pakaian mereka bersih dan rapih. Modal awal untuk membuat sebuah usaha laundry berkisar antara 8 juta hingga 15 juta. Tentu ini modalnya cukup minim. Tapi tidak apa-apa, yang penting kamu bisa memulai sebuah usaha dahulu. Jangan berfokus kepada keuntungan, tapi jasa yang kamu buat sangat bersih dan meyakinkan pelanggan kamu. Dengan demikian orang-orang akan semakin banyak yang percaya kualitas pekerjaan laundry kamu.
Sebagai gambaran, saya membuka laundry dengan modal cukup 12 juta saja. Dan itu berjalan sangat baik. Semoga usaha kamu juga berjalan dengan baik yah??

4. Jasa Pengetikan

Kalau jasa pengetikan cukup bermodal sebuah komputer dengan harga 3 jutaan dan sebuah printer dengan harga 1 juta, kamu sudah bisa memulai usaha. Kalau tempat, bahkan kamu bisa menyewa sebuah tempat yang tidak perlu dipinggir jalan. Orang yang membutuhkan jasa pengetikan adalah orang yang butuh hasilnya selesai tepat sesuai dengan yang mereka inginkan.
Jadi mereka tidak akan melihat tempat kamu ada dimana. Bahkan sekalipun tempat usaha mu di sebuah GANG, kalau hasil pengetikanya bagus dan servis kamu bagus, maka akan berhasil kok.

5. Bisnis Pakaian

Bisnis pakaian saat ini sedang bergejolak loh Frends. kalau teman-teman gak percaya, silahkan lihat di toko-toko online terpercaya seperti tokopedia, lazada, Blibli dan lain sebagainya, perhatikan bahwa penjualan produk favorit mereka adalah baju-baju.
Ini salah satu jenis usaha yang saat ini digandrungi oleh kaum hawa. Alasanya sudah sangat jelas, bahwa tren pakaian saat ini berkiblat ke luar negeri. Sehingga masyarakat kita ikut-ikutan. Dan ini adalah peluang bagus sekali.

6. Dropship

Dropship ini tidak sama dengan reseller. Kalau dropship tidak perlu membeli barang. Sementara reseller HARUS membeli barang terlebih dahulu.
Keuntunganya jangat jelas sekali, kita tidak perlu mengeluarkan modal. jadi dengan kata lain Dropship adalah berperan sebagai “CALO”. Dan ini banyak loh dikerjakan orang. Dan banyak sekali yang berhasil.
Prinsip kerjanya sederhana, kita mempromosikan sebuah produk bisa dari sosial media, bbm, WA atau Instagram. Kemudian ketika ada yang pesan, kita suruh dulu konsumenya untuk transfer dana. Setelah mereka transfer dana, kita belikan barangnya dari si penjual. Tapi kita katakan kepada si penjual agar mengirimkan barangnya ke alamat si pembeli tadi. Jadi kita hanya bersifat perantara.
Untuk memulai sistem dropship dengan modal yang sangat murah, yaitu hannya Rp 100.000,- saja, kamu dapat mendaftar di Suplier Murah. Disana kamu dapat melihat banyak sekali produk-produk murah dan bersaing harganya.
Dibutuhkan Keyakinan dan Kepercayaan dari setiap pelanggan yang kita tawarkan. Oleh karena itu, jangan sekali-sekali membuat curang atau kebohongan. Anda tidak akan dipercayai orang lagi.

7. Jasa Les Privat

Saya sendiri masih melakukan ini. Modal awalnya hanya sebuah motor tahun 2005, dan bensin. Sementara bayaranya lumayan loooh….. tapi tergantung NEGOISASI kita juga. oleh karena itu, dibutuhkan kepiawaian kita dalam negosiasi dan KUALITAS kita dalam mengajar siswa.
Ini kategori jenis usaha bidang jasa. Dan jenis usha bidang jasa tidak memiliki ukuran yang jelas dalam hal biayanya. Jadi tergantung masing-masing.

8. Kerja Online

Bicara kerja online, sudah tidak diragukan banyak sekarang orang mencari kerja online looh…alasanya mereka bosan kerja di kantor. Waktu mereka tersita banyak, dibawah tekanan, bekerja dengan target dan lain-lain. Jadi bagi mereka yang kurang suka terhadap hal-hal tersebut, bisa memilih kerja online.
Apa saja kerja online yang bisa dikerjakan dengan modal kecil??
Banyak sekali. Mulai dari jasa SEO, menulis artikel, membuat logo, Desain dan lain sebagainya.

9. Membuat Website

Membuat website memang membutuhkan keahlian khusus. Dalam artian, harus belajar beberapa hal seperti HTML dan PHP serta sedikit Database. Dengan demikian, kamu bisa menjual jasa pembuatan website.
Modalnya tidak besar kok. Kamu bisa memulainya dengan kursus terlebih dahulu. Jadi biayanya tidak terlalu besar daripada kamu harus kuliah.

10. Kerja keras

Sengaja saya buat poin terrakhir bukan ttg bisnis tapi kerja keras. mengapa??? karena jika peluang sudah ada di depan kita, tapi kita tidak Take Action dan bekerja keras, maka semuanya itu akan menjadi Sia-sia. PERCUMA.

Ibu Rumah Tangga Inilah Saatnya Berbisnis!, Ketahui 6 Tips Berbisnis Rumahan Ini

Bagaimana menghasilkan uang dari rumah atau istilah lainnya membuka usaha di rumah? Mencari ide peluang usaha modal kecil sudah semakin populer dan mulai banyak dilirik orang untuk dicoba. Susahnya dapat kerja di kantor, gaji rendah, persaingan jadi PNS yg sangat ketat, tingkat pendidikan hanya sebatas lulusan SMU adalah beberapa fakta umum yg menyebabkan seseorang sangat ingin mencoba peluang usaha sampingan tanpa modal yang besar dan bisa dilakukan di rumah.

Bila saudara adalah salah satu orang yg memiliki karakter seorang wirausaha, tak mau diperintah orang lain, ingin menjadi pengusaha walau berbisnis rumahan dengan skala kecil maka sebaiknya mengetahui beberapa cara mudah berbisnis dengan modal kecil. Uraian singkat di bawah ini akan mengupas peluang usaha yang menguntungkan dengan modal kecil buat para pemula yg mau mencoba menjadi seorang pengusaha.


1. Arti Penting Dukungan Keluarga

Jika saja, Anda adalah seorang ibu rumah tangga atau seorang suami maka jika ingin memulai usaha di rumah sebaiknya mencari tahu terlebih dulu apa kata suami atau isteri jika memiliki niat untuk menjadi seorang pengusaha kecil-kecilan di rumah. Pendapat mereka bisa beragam, tapi pada dasarnya hanya ada 2 saja yaitu tidak setuju dan setuju. Rencana untuk memulai bisnis sebagai wirausaha akan terasa lebih ringan tanpa beban karena ada "restu" suami atau isteri sehingga mereka akan memberikan dukungan (syukur-syukur mau turun tangan membantu dalam bentuk pikiran atau tenaga) agar usaha rumahan dengan modal kecil untung besar itu bisa dijalankan dan dikembangkan. Akan sangat berat untuk seseorang bila tanpa dukungan orang terdekatnya saat mencari uang dengan mendirikan usaha di rumah. Oleh sebab itu, ungkapkan ide bisnis paling menguntungkan dengan modal kecil yang akan Anda lakukan sehingga bisa mengetahui sejak awal apakah keluarga mau mendukung atau malah menolaknya.

2. Belajar Administrasi Sederhana.

 Walau hanya bersifat bisnis rumahan dengan modal kecil, namun penting pula menguasai masalah administrasi sederhana. Misalnya saja melakukan semua pencatatan atau pengelolaan keuangan, seperti mencatat pengeluaran untuk pembelian bahan produksi, biaya operasional dan sebagainya dengan cermat atau teliti. Jangan pernah tidak mencatat pengeluaran uang sekecil apapun ketika menjalankan bisnis modal kecil di rumah karena itu akan sulit mengetahui besar kecilnya keuntungan di periode waktu tertentu. Jangan menganggap remeh perihal administrasi sederhana ini karena bagian ini adalah salah satu pondasi untuk menjamin kelangsungan bisnis kecil Anda di rumah.

3. Pikirkan Untuk Mengembangkan Usaha.

Walau mungkin menjadi wirausaha hanya sebagai salah cara untuk mempertahankan hidup namun tak buruknya bila usaha di rumah tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih besar. Artinya, mengapa tidak mulai memikirkan bagaimana caranya mengembangkan bisnis kecil tersebut menjadi besar di masa depan? Langkah paling mudah untuk melakukannya adalah dengan cara menyimpan keuntungan yang didapatkan sebagai modal mengembangkan bisnis di rumah tersebut. Jika Anda memiliki pemikiran mengembangkan usaha maka harus disiplin dalam hal penggunaan uang. Jangan hamburkan keuntungan dari bisnis hanya untuk membeli barang-barang konsumtif yang tidak bermanfaat tapi tabunglah keuntungan sedikit demi sedikit agar dapat diputar lagi menjadi modal usaha. Meminjam uang kepada pihak lain misalnya ke bank atau orang memang sangat dimungkinkan tapi hal itu akan menambah beban pikiran karena “merasa dikejar-kejar hutang” maka menabung adalah solusi paling tepat untuk mengumpulkan dana atau modal.

4. Menjauhkan Diri Dari Ketakutan Terhadap Kegagalan.


Setiap bisnis hanya memiliki 2 sisi saja yakni keberhasilan dan kegagalan. Seorang pengusaha sejati tak mengenal kata “takut gagal”, walau mungkin mereka sendiri hanyalah seorang pemula. Biasanya mental pengusaha ditempa oleh perjalanan waktu, membutuhkan proses panjang tapi kualitas wirausaha sejati pasti akan terbukti di hari depan kelak. Jadi, sekarang selidikilah diri sendiri jika mau menjadi seorang pengusaha, lebih besar mana antara ketakutan bangkrut atau meraih mimpi memiliki kualitas hidup yg lebih baik dan makmur di masa akan datang.

5. Menjadi Bisa Karena Biasa. 

Ibarat seorang anak kecil yang belajar naik sepeda roda 2, pasti sering mengalami jatuh dari sepedanya.  Anak tsb harus memiliki seorang pelatih/pembimbing yg bisa mengajarinya bagaimana seharusnya belajar naik sepeda yang benar, entah itu orang tuanya, saudaranya atau mungkin juga pengasuhnya hingga akhirnya dia nanti dapat bersepeda sendiri. Sama dgn seorang wirausahawan pemula, jika mereka belum berpengalaman maka sebaiknya memiliki seorang pembimbing atau mentor agar dapat belajar bagaimana cara berbisnis yg benar. Pengetahuan dari sang pembimbing tersebut tidaklah berguna jika tidak dipraktekkan saat melakukan usaha. Sama seperti anak kecil yg belajar bersepeda maka kesalahan menjalankan bisnis akan bisa juga dialami oleh para pengusaha pemula namun paling tidak kesalahan tsb dapat diminimalisir jika ada bimbingan dari orang yg lebih berpengalaman.

6. Berikan Yang Terbaik Untuk Pelanggan

etika kita memiliki usaha sendiri maka memberikan pelayanan terbaik adalah sebuah keharusan. Pelanggan akan merasa puas dengan produk barang atau jasa yg telah mereka bayar karena sesuai dengan kualitasnya. Oleh sebab itu, menjaga kualitas produksi atau jika usahanya bergerak dalam bidang jasa maka kepuasan pelanggan merupakan sasaran utama bisnis yg digeluti. Perhatikan tingkat kepuasan pelanggan dari waktu ke waktu, apakah menurun atau meningkat. Melakukan inovasi produk menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk lebih menjaring lebih banyak pelanggan dengan tetap mengedepankan kualitas produk barang atau jasa.

Nah, masih mau berencana mengeksplorasi apa saja peluang bisnis dirumah yang menguntungkan?Silahkan saja, untuk memulainya Anda bisa mencoba dengan mencari penghasilan di internet ataupun cari peluang bisnis tanpa modal besar lainnya. Perlu diingat bahwa sebenarnya untuk memulai berbisnis rumahan tidak serumit yg dibayangkan jika kita mau mencobanya. Semoga Anda segera bisa menemukan cara memulai usaha baru dengan modal kecil dan meraih kesuksesan!


dikutip dari: http://www.bisniskecil.org

Selasa, 07 Februari 2017

Tips Meningkatkan Kreatifitas Untuk Mendapatkan Sebuah Ide Bisnis Kreatif



  • Miliki karakter ingin selalu berbuat baik
Jika anda sudah memiliki karakter ini, otomatis anda akan selalu berfikir, “bagaimana ya membuat hal itu menjadi lebih baik”, “bagaimana ya membuat hal itu menjadi lebih bermanfaat”.
  • Membuka diri untuk menjadi orang yang peka
Mulai sekarang, cobalah untuk lebih memperhatikan keadaan sekitar anda. Baik itu di di bis, stasiun, mall, atau bahkan masjid. Karena semua yang anda lihat itu merupakan inspirasi dari terciptanya sebuah ide bisnis kreatif.
  • Memperluas wawasan
Selain itu, anda juga harus memperluas wawasan anda. Sering-seringlah membaca buku, nonton televisi, browsing, bahkan bermain di sosial media dapat memperluas wawasan kita.
Terapkan ketiga tips ini, dijamin tidak lama lagi anda akan mendapatkan sebuah ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Anda tidak perlu susah-susah menciptakan sebuah ide bisnis yang pertama kali. Karena sekarang sudah bukan zamannya anda menciptakan telepon, listrik, ataupun pesawat terbang. Cukup ciptakan sebuah ide bisnis yang berbeda dan terbaik, maka anda pun akan bisa sukses.

Kamis, 02 Februari 2017

Tips Bisnis Melejit Pesat!, jadikan Pesaing Terbesar Mu, Menjadi Rekan Bisnis Terhebat Mu

Banyak perusahaan sekarang ini yang mengalami ketakutan. Entrepreneur merasa paranoid, ketakutan yang melebihi batas wajar karena bahkan membuat mereka mencurigai rekan bisnis mereka akan mencuri atau merongrong usaha mereka.
Ketakutan tersebut membuat mereka lupa bahwa kerjasama kreatif dan saling menguntungkan bisa menjadi peluang terbaik untuk menggenjot pemasukan dan mempertahankan pertumbuhan usaha. Akan tetapi patut disadari pula bahwa ‘berteman dengan musuh’ juga bisa membawa malapetaka karena bisa membuat kita mengalami kerugian. Kita harus mengambil risiko, tetapi tetaplah bersikap cerdas dan taktis.
Tujuan kita sebagai entrepreneur ialah ‘coopetition’, sebuah konsep gabungan antara kerjasama (cooperation) dan persaingan (competition), untuk menemukan cara membangun kerjasama dengan pesaing kita sedemikian rupa sehingga kedua belah pihak dapat secara substansial menikmati keuntungan dari sumber daya pihak lain tanpa harus mencuri pelanggan atau merusak kredibilitas satu sama lain. Ini  merupakan strategi yang bagus bagi usaha kecil menengah atau entrepreneur pemula dan merupakan strategi ekspansi yang patut dicoba bahkan untuk perusahaan yang mapan.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan software baru yang masih berskala usaha kecil yang menjual produk khusus untuk konsumen korporat yang dibanderol mahal. Produk itu berat dalam aspek kapabilitas pengembangan visual, tetapi mudah dan ringan dalam hal pemodelan dan simulasi dan para stafnya terus bekerja bersaing melawan rival dalam ceruk pasar yang pada hakikatnya memiliki kelebihan dalam jenis produk serupa. Kedua pihak, perusahaan dan rivalnya, sama-sama kehilangan segmen pasar yang menguntungkan. Keduanya juga gagal dalam membangun apa yang dimiliki oleh pihak lain tetapi mereka dengan mudah bisa menyatukan sejumlah fitur gabungan dalam sebuah produk hasil kreasi bersama.
Akhirnya kedua perusahaan memutuskan untuk menyusun sebuah kerjasama strategis dengan produk gabungan demi menjaring segmen pasar yang lebih besar. Berkat cakupan pasar yang bertambah luas dan solusi bagi konsumen yang lebih banyak, keduanya meraih pemasukan yang lebih tinggi dan kredibilitas yang melebihi sebelumnya dan pada saat yang sama mengurangi upaya pemasaran dan pengembangan. Di triwulan berikutnya, kedua pihak bersama-sama mendapatkan dua orang pelanggan korporat baru yang menyukai solusi terintegrasi yang ditawarkan kedua perusahaan tersebut.
Contoh di atas hanyalah pendekatan pertama dari banyak model pendekatan lain dalam ‘coopetition’, yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak yang terlibat:
Sisi terbaik keduanya menciptakan pasar baru. Pesaing Anda memiliki kelebihan, dan Anda memiliki kelebihan yang berbeda. Gabungan strategis bisa menang dalam segmen pasar yang baru. Segmen ini tidak atau kurang bisa tergarap dengan maksimal jika hanya salah satu pihak yang menggarap, misalnya dalam aspek waktu atau biaya.

Pembagian biaya dan ekonomi skala
Kedua perusahaan bekerja bersama-sama mengerjakan segmen bisnis mereka di mana mereka yakin mereka bisa menekan biaya tetapi tidak sampai membahayakan kualitas-kualitas unik yang mereka miliki. Misalnya, Dell dan HP adalah dua perusahaan yang sama-sama bersaing dalam pasar laptop. Namun keduanya menawarkan prosesor Intel. Daripada membuat prosesor sendiri demi menekan biaya komponen dan memperluas pasar penggunaan melalui kompatibilitas produk yang banyak, keduanya kini bisa memimpin pasar dengan menggunakan prosesor serupa tetapi Dell menawarkan konfigurasi sistem yang terkustomisasi saat pengiriman, sementara HP  berfokus pada layar yang lebih bagus dan teknologi baterai.
Tawarkan produk pelengkap setelah penjualan awal. Jika pelanggan bisa mengambil manfaat dengan memiliki produk kedua perusahaan, Anda bisa berunding mengenai peluang untuk memasukkan produk pesaing sebagai tambahan atau sebaliknya. Inilah yang disebut sebagai up-selling atau cross-up-selling, yang memungkinkan kedua perusahaan berbagi laba. Anda bisa menemukan hal ini tiap hari di gerai-gerai ritel yang bukan ‘toko perusahaan’. Mereka merasa amat senang menjual merek alternatif pada konsumen yang sekiranya sesuai atau melengkapi produk yang telah dibeli. Cara lain yang biasa mereka lakukan ialah dengan menyarankan peralatan premium dari perusahaan lain, setelah Anda memilih suatu produk yang lebih terjangkau.

Bersatu demi segmen baru atau penting
Jika pesaing Anda memiliki produk serupa yang bisa melengkapi produk Anda, mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk menyusun sebuah kesepakatan di mana kedua perusahaan bisa menawarkan sebuah paket yang terintegrasi atau suatu produk baru. Cara lain untuk melakukan 'coopetition' ialah dengan menciptakan sebuah tawaran baru untuk mengatasi ‘musuh’ bersama. Misalnya jika Anda menjual majalah perjalanan, Anda bisa menambahkan video perjalanan saat seseorang berlangganan. Anda kini membidik kelompok orang yang ingin majalah perjalanan dan mereka yang menghendaki video spesifik yang Anda berikan cuma-cuma. Orang lain kini membeli majalah Anda daripada memesan tiket perjalanan, misalnya, yang masing-masing akan bersaing dengan majalah dan video Anda.

Dukungan timbal balik terhadap produk
Jika pesaing tidak sungguh-sungguh berkompetisi dengan pasar Anda secara langsung, Anda bisa mereferensikan usaha stau sama lain tanpa harus kehilangan jumlah pelanggan. Pemasaran afiliasi bisa menjadi solusi tepat untuk itu. Pertukaran tautan di situs masing-masing perusahaan bisa jadi langkah awalnya.
Ini juga berhasil untuk dua perusahaan dengan produk berbeda tetapi membidik konsumen yang sama. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah pelanggan kedua bisnis secara bersamaan. Misalnya, sebuah pusat akupuntur bisa bekerjasama menawarkan jasa pusat kebugaran. Anggota pusat kebugaran bisa mendapatkan potongan harga di pusat akupuntur dan pasien bisa mendapatkan analisis lemak tubuh dari pusat kebugaran.
Investor potensial
Setelah Anda mengukuhkan kredibilitas dan nilai, sebuah kerjasama strategis bisa dilanjutkan menuju kerjasama keuangan. Perusahaan pesaing mungkin memiliki potensi keuangan yang Anda inginkan dan siap untuk berinvestasi dalam aspek bisnis yang mereka akrabi sebelumnya. Pesaing ini juga bisa menjadi kandidat yang lebih baik untuk merger atau akuisisi (M & A) karena hubungan yang telah terjalin, saat salah satu dari perusahaan telah siap untuk langkah itu. Misalnya IBM, Intel, dan perusahaan raksasa lainnya secara rutin mengalokasikan dan mengatur dana untuk diinvestasikan dalam usaha-usaha rintisan dengan teknologi terkini yang bisa membawa usaha ke taraf yang lebih kompetitif. Membeli usaha rintisan yang mendapatkan traction (daya tarik) lebih murah dan lebih cepat bagi mereka daripada mencoba untuk mengelola usaha pengembangan serupa dalam sebuah perusahaan besar.
Tentunya diperlukan tindakan-tindakan pencegahan agar sebuah kerjasama strategis bisa berhasil. Perusahaan harus mendefinisikan dengan jelas di mana mereka bekerjasama dan di mana mereka bersaing. Hal pertama yang bisa Anda mulai ialah dengan membangun perjanjian non-compete dan non-disclosure yang baik. Selain itu pastikan tidak ada ketidakserasian prioritas antara perusahaan Anda yang bisa menyingkirkan hal-hal positif. Misalnya jika harga diri Anda ialah reputasi layanan pelanggan Anda, jangan pertaruhkan itu dengan bermitra dengan sebuah perusahaan yang memiliki barang-barang yang lebih murah tetapi terus menerus memberikan pelayanan pelanggan yang buruk.
Wajar bagi sebuah usaha untuk secara naluriah mencari jalan untuk menghindari, mengelak atau melindungi dirinya sendiri dari ancaman pesaing. Namun cobalah untuk mengamati potensi hubungan kemitraan strategis yang bisa muncul dari pesaing. Anda mungkin akan berpikir bahwa kadang lebih menguntungkan dan cerdas untuk memanfaatkan aspek positif persaingan daripada berperang hingga titik darah penghabisan yang membuat kedua pihak merugi.

dikutip dari : http://www.ayopreneur.com/

Rabu, 01 Februari 2017

Ingin Berbisnis Bebas dari Riba? Tapi Tidak Tahu Caranya? Pelajari 16 Cara Mendapatkan Modal Tanpa Riba Ini!

mendapatkan modal usaha yang halal dan bebas riba ini akan membantu anda dalam mencari modal kerja bila anda saat ini perlu dan segera menjalankan usahanya. Yok disimak listnya di bawah ini :

  1. Modal usaha dengan meminjam kepada keluarga, waktu pengembalian tanpa ada tambahan. Karena bila ada tambahan maka ini masuk dalam perkara riba
  2. Modal usaha dari warisan orang tua, modal ini termasuk modal yang halal insyaallah.
  3. Modal usaha dengan minta kepada orang tua
  4. Modal usaha dari uang istri, kembalikan dengan tanpa ada tambahan
  5. Modal usaha dari uang mertua, kembalikan dengan tanpa tambahan
  6. Modal usaha dengan mengadakan arisan, caranya buatlah arisan modal usaha antar pelaku usaha. Usahakan anda sebagai pengelola dengan perjanjian koordinator mendapatkan terlebih dahulu (nomer 1), dengan demikian anda mendapatkan modal kemudian mencicil arisan dan bebas bunga tentunya.
  7. Modal usaha dengan bagi hasil  kepada lembaga syariah (Bank, koperasi, BMT dll), anda harus benar-benar memahami ilmu tentang riba dan perjanjian bagi hasil sehingga anda tidak terjebak pada lembaga yang mengaku syar’i tetapi pada hakekatnya justru melaksakan praktek riba dalam prosesnya.
  8. Menjual harta/aset anda seperti emas, motor, mobil dan lain-lain, banyak orang enggan melakukan hal ini karena menganggap bahwa uang modal ini bila gagal dalam usaha maka lenyaplah sudah harta yang anda miliki.
  9. Menjual rumah anda kemudian sisakan untuk cari kontrakan sebagai tempat tinggal, sisanya untuk modal usaha
  10. Melakukan kerjasama dengan bagi hasil dengan kawan, saudara, atau oramng yang anda kenal
  11. Mencari modal investor pasif maupun aktif sehingga anda bisa berkongsi.
  12. Melakukan barter dengan menukarkan barang yang anda miliki dengan barang-barang usaha yang anda jalani
  13. Mencari suplier yang mau dibayar mundur
  14. Modal usaha dari teman atau sahabat yang memiliki bidang usaha yang sama dan kemudian mengerjakan usahanya secara bersama dengan perjanjian untung dan rugi ditanggung bersama sesuai porsinya.
  15. Mencari investor dari luar ngeri
  16. memberikan penawaran produk kepada yang membutuhkannya dan dengan menarik uang muka terlebih dahulu baru kemudian diproduksi pesanan tersebut.
Mungkin dari beberapa list di atas ada yang mengganggu pemikiran anda seperti meminta modal pada orang tua, meminjam pada mertua, istri dan juga dengan cara menjual harta/aset anda. Namun hal tersebut justru dijamin 100% lebih berkah dibanding anda meminjam dengan cara riba (ada kelebihan/bunga dalam pengembaliannya) baik dari lembaga resmi maupun perorangan.
Dikutip dari: http://epiye.com/

Selasa, 31 Januari 2017

Miliki Sosok Teladan Pengusaha!. Menteladani Sosok Abdurahman bin Auf, Sang Pengusaha Sejati.


Seorang enterpreneur sejati dengan segala kemampuannya adalah orang yang mampu bertahan, berusaha, lalu berkembang dalam keadaan sesulit apapun. Dalam hal ini kita bisa mengambil ibarat dan teladan dari Sahabat Rasululullah, dimana ketika mereka hijrah dari Makkah menuju Madinah, mereka hanya membawa bekal seadanya. Mereka pergi meninggalkan keluarga, tempat tinggal dan harta yang mereka miliki.
Diantara Sahabat yang sangat pandai berdagang adalah Abdurrahman bin Auf, seorang Sahabat yang termasuk As-saabiquun Al-Awwalun (Orang-orang yang pertama masuk Islam), dan merupakan sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Adalah Abdurrahman bin Auf seorang pedagang yang sangat mahir, dan Allah melimpahkan keberkahan dalam setiap aktifitas dagangnya.
Al-Bukhari meriwayatkan bahwa tatkala Muhajirin tiba di Madinah, maka Rasulullah shallallahu alihi wa sallam mempersaudarakan antara Abdurrahman bin Auf dengan Saad bin Ar-Rabi’. Saad berkata kepada Abdurrahman bin Auf, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya dikalangan Anshar, ambillah separoh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri, maka lihatlah mana yang engkau pilih agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka nikahilah dia.”
Abdurrahman bin Auf berkata, “Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluarga dan hartamu. Lebih baik tunjukkanlah saja mana pasar kalian.”
Maka orang-orang menunjukkan pasar Bani Qainuqa
’. Tidak seberapa lama kemudian dia sudah mendapatkan samin dan keju. Jika pagi dia sudah pergi berdagang. Suatu hari dia datang agak pucat.
Bagaimana keadaanmu?” tanya Rasulullah.
Aku sudah menikah.” jawabnya.
Berapa banyak maskawin yang engkau serahkan kepada istrimu?”
ia menjawab, “Beberapa keping emas.”
(Shahih Al-Bukhari, Bab: Ikhaa’un Nabi bainal Muhajirin wal Anshar, 1/553)
Lihatlah bagaimana kemudahan yang disediakan oleh Saad bin Ar-Rabi’ tidak membuat Abdurrahman menerima begitu saja. Dia tidak mau menjadi beban bagi orang lain. Bahkan dia memilih untuk berusaha sendiri dengan tangannya, dan Allah memberikan keuntungan yang banyak. Dan adalah Abdurrahman bin Auf seorang sahabat yang sangat dermawan. Dia memilih menjadi orang dengan tangan diatas (suka menginfakkan hartanya di jalan Allah).
Ibnul Mubarak mentakhrij dari Ma’mar, dari Zuhry, dia berkata, “Abdurrahman bin Auf pernah menginfakkan separoh harta miliknya pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu ditambahi lagi dengan empatpuluh ribu Dinar, lalu ditambah lagi dengan menyerahkan lima ratus ekor kuda dan lima ratus ekor unta yang mayoritas hartanya ini diperoleh dari hasil perdaganyannya.” (Al-Ishabah, 2/416)
Dengan segala kepandaiannya Abdurrahman menjadi teladan bagi kita, tentang kesungguhan, kemandirian, dan kedermawanan, bahkan juga kezuhudan. Kita tentu percaya dan yakin bahwa Abdurrahman bin Auf adalah seorang sahabat yang tahu hukum halal haram, dan tentu saja perniagaannya dijalankan dengan cara yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-suunnah. Tetapi dia masih saja khawatir dengan harta yang dimilikinya akan menjadi beban baginya. Padahal dia telah menginfakkan begitu banyak dijalan Allah.
Al-Bukhari mentakhrij dari Saad bin Ibrahim, dari ayahnya, bahwa Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu pernah disuguhi makanan untuk berbuka, karena pada hari itu dia sedang berpuasa.Lalu dia berkata, “Mush’ab bin Umair telah terbunuh dan dia lebih baik dari aku. Diadikafani dengan mantelnya, jika mantelnya ditarik ke atas untuk menutupi kepalanya, maka kedua kakinya menyembul, dan jika mantel itu ditarik untuk menutupi kedua kakinya, maka kepalanya meyembul. Aku juga pernah mendengar dia berkata, “Hamzah telah terbunuh dan dia lebih baik dari aku.” kemudian keduniaan dihamparkan dan dilumpahkan kepada kita. Kami khawatir kesenangan-kesenangan ini disegerakan kepada kita di dunia saja.” lalu diapun menangis.
Yang serupa dengan ini juga ditakhrij Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 1/100. Lihatlah, seorang sahabat yang dijamin untuk masuk surga masih bisa menangis khawatir bahwa kesenangan itu hanya di dunia saja. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkan harta kita diperoleh dengan perniagaan yang halal, sudahkan kita membersihkan harta kita dengan zakat? Berapa banyak yang sudah kita infakkan di jalan Allah? Mari menghitung-hitung diri!.

Senin, 30 Januari 2017

Berbisnis dengan Allah, Berbisnis Yang Tak Akan Pernah Merugi!.

Umat Islam di era modern mungkin tak lagi bisa menatap Rasulullah. Tak bisa berdialog apalagi meminta nasihat beliau.

Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara, Ustaz Fadhlan Gharamatan, mengatakan mesti tidak lagi bertemu atau berdialog dengan beliau, warisan Rasulullah telah membuat umat Islam dari berbagai suku, dan ras, seperti masyarakat Indonesia di Bagian Barat, Tengah, dan Timur berkumpul menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.

‎" Jadi, kita harus lanjutkan apa yang diwariskan beliau," kata dia, ketika mengisi ceramah Isya di Masjid Kimbi, Wamena, Jakarta, Jumat (23/9)m

Ustaz Fadhlan mengatakan, warisan lain yang diteladankan Rasulullah adalah berbisnis bersama Allah. Bagaimana caranya, yakni berjuang di jalan Allah.

"Banyak intepretasi soal ini, tapi intepretasi yang benar adalah berjuang menjadi da'i terbaik. Yang berdakwah kepada setiap orang walaupun hanya sepenggal ayat," kata dia.

Bagi yang memiliki harta, kata Ketua Komite Umat untuk Tolikara ini, jangan lupa sedekahkan. Sisihkan agar syiar Islam tetap jalan, usaha maju, dan dapat membangun masjid.

"Apakah berbisnis dengan Allah rugi," tanya Ustaz kepada jamaah.

"Begini, Anda sedekahkan 10 juta saja, Allah akan balas 100 kali lipat. Anda dapat berapa?"

‎Kalau tidak punya harta, kata dia, setiap Muslim bisa memikul batu atau cor masjid. "Jadi, banyak cara berbisnis dengan Allah. Jangan takut, hanya dalam Islam, setiap hal baik yang dilakukan akan mendapatkan balasan dari-Nya," kata dia.‎ 




sumber:
Red: Agung Sasongko
http://khazanah.republika.co.id