Tampilkan postingan dengan label allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label allah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2017

Takkan ada tobat tanpa ini. Tanpa Tobat Sukses Akhirat Tak Tercapai




daun berjatuhan,
perilaku sosial mengejekmu ,
penyakit yang buat kau tumbang,
kebakaran menghanguskan harta bendamu setelah bertahun-tahun,
ini adalah kumpulan hikmah,
tak jadi petunjuk jika kau tak berpikir,
kini adalah giliranmu,
tobat karena ciptaan-Nya, Perilaku Sosial, atau Musibah,
lebih cepat kau ambil hikmah, lebih baik bagimu.

#Puisi
#alqolam_upi
#syair
#tobat
#hikmah
#petunjuk

Senin, 02 Oktober 2017

Raih Suksesmu yang Tertunda dengan langkah sederhana


Sukses adalah mimpi setiap orang. kau hadir dengan berusaha dihidupmu kau akan mendapat keberhasilan. bila tidak kau tidak mendapatkannya. pernahkah kalian merasa bahwa sudah bekerja kerasa, tapi hasil belum dapat-dapat juga. ketika anda berperilaku demikian itu posisi di mana kalian sedang mengalami stagnasi. kalian berada dalam dunia yang tidak kalian senangi, merasa beban karenanya dan tidak ada gairah dalam melaksanakannya. jadinya bukanlah pekerjaan selesai, tapi beban terus bertambah. ketika anda merasakan hal demikian, anda harus segera atasi dengan .. langkah kilat ini..
1. tuhan kaulah tempat aku berdoa dan berserah diri
ketika kita belum tahu bagaimana solusi permasalahan ini. solusinya ialah curhat kepada sang pencipta. curhat ke allah akan membuat hati kita tenang, kau tidak dapat berharap perubahan langsung terjadi ketika doa. tapi allah akan menuntun kamu kepada kemudahan dan jalan yang lancar. tidak perlu tergesa-gesa doanya. santaikan, jadikan doamu dengan allah adalah moment special, tempat kamu berkeluh kesah dan meminta tolong kepada sang pemurah hati yang menciptakan kebaikan bumi, langit beserta isinya

2. orang tua adalah saran terbaik
bingung terjadi karena kita belum mengetahui bagaimana cara menghadapi medan cobaan yang melintas dihadapan kita. ketika anda takut curhatan ini tersebar kepada orang lain. ada orang yang selama ini dekat, yang mampu menjadi pemberi solusi terbaik. itu adalah orang tua. orang tua telah mengalami luka-liku kehidupan secara berpuluh-puluh tahun, tiap ucapannya adalah saran yang berharga. mintailah saran kepada mereka, mereka akan sangat menghargai curhatanmu, menjaga rahasia bila kau mengatakan tidak boleh dibicarkan ke orang-orang, dan mereka ialah pihak yang tahu siapa dirimu, sehingga masukan dan saran mereka sering kali tepat, karena disesuikan dengan karaktermu dan pendekatan penyampaian yang harmonis, selaku pendekatan yang belum tentu dimiliki orang lain di luar rumahmu.

3. Orang yang berbeda usia, bisa jadi solusi permasalahmu..
contiune..

Senin, 30 Januari 2017

Berbisnis dengan Allah, Berbisnis Yang Tak Akan Pernah Merugi!.

Umat Islam di era modern mungkin tak lagi bisa menatap Rasulullah. Tak bisa berdialog apalagi meminta nasihat beliau.

Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara, Ustaz Fadhlan Gharamatan, mengatakan mesti tidak lagi bertemu atau berdialog dengan beliau, warisan Rasulullah telah membuat umat Islam dari berbagai suku, dan ras, seperti masyarakat Indonesia di Bagian Barat, Tengah, dan Timur berkumpul menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.

‎" Jadi, kita harus lanjutkan apa yang diwariskan beliau," kata dia, ketika mengisi ceramah Isya di Masjid Kimbi, Wamena, Jakarta, Jumat (23/9)m

Ustaz Fadhlan mengatakan, warisan lain yang diteladankan Rasulullah adalah berbisnis bersama Allah. Bagaimana caranya, yakni berjuang di jalan Allah.

"Banyak intepretasi soal ini, tapi intepretasi yang benar adalah berjuang menjadi da'i terbaik. Yang berdakwah kepada setiap orang walaupun hanya sepenggal ayat," kata dia.

Bagi yang memiliki harta, kata Ketua Komite Umat untuk Tolikara ini, jangan lupa sedekahkan. Sisihkan agar syiar Islam tetap jalan, usaha maju, dan dapat membangun masjid.

"Apakah berbisnis dengan Allah rugi," tanya Ustaz kepada jamaah.

"Begini, Anda sedekahkan 10 juta saja, Allah akan balas 100 kali lipat. Anda dapat berapa?"

‎Kalau tidak punya harta, kata dia, setiap Muslim bisa memikul batu atau cor masjid. "Jadi, banyak cara berbisnis dengan Allah. Jangan takut, hanya dalam Islam, setiap hal baik yang dilakukan akan mendapatkan balasan dari-Nya," kata dia.‎ 




sumber:
Red: Agung Sasongko
http://khazanah.republika.co.id

Anti Bisnis Gagal!. Bangun Bisnis Ala Abdurahman Bin Auf

Penasaran bagaimana Anti Bisnis Gagal!. Bangun Bisnis Ala Abdurahman Bin Auf? 
tentu sangat melekat di ingatan kita, tentang seorang sahabat Rasulullah yaitu Abdurrahman bin Auf yang dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi. Begitu tiba di Madinah, Saad berkata kepada Abdurrahman, “Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya. Silakan pilih separuh hartaku dan ambillah, dan aku mempunyai dua istri, pilihlah salah satu yang menurut anda lebih menarik dan akan aku ceraikan dia supaya anda bisa memperistrinya.” Abdurrahman pun menjawab, “Semoga Allah memberkati anda, istri anda dan harta anda. Tunjukkanlah jalan menuju pasar.”
Dengan izin Allah, Abdurrahman menjadi sahabat Rasulullah yang banyak membawa manfaat untuk umat Islam karena bisnis dan perdagangannya.
Luar biasa, ya, sob.
Berikut ini Nida telah mengulas cara bisnis menguntungkan ala Abdurrahman bin Auf,
1.Modal mental lebih penting daripada modal harta
Mental kaya lebih penting daripada kaya. Abdurrahman memulai bisnisnya dari nol dan mampu mengumpulkan kekayaan lebih banyak karena dia memiliki mental kaya. Bentuk dari mental kaya ini adalah selalu mau memberi bukan hanya menerima, siap dengan kerasnya usaha, tangguh, bersungguh-sungguh dalam usaha dan meyakini keberhasilan usahanya. Perhatikan perkataan Abdurrahman bin Auf dalam meyakini keberhasilannya. Beliau berkata,”Seandainya aku membalik sebuah batu, maka, aku akan menemukan emas atau perak.”
2.Paham seluk beluk perdagangan
Abdurrahman bin Auf tidak hanya bermodalkan harta dan mental kaya. Tapi, beliau juga memahami secara mendalam seluk beluk perdagangan secara teknis di Madinah. Abdurrahman mengetahui kondisi pasar. Sesampainya di Madinah, Abdurrahman mendatangkan minyak samin dan keju dari wilayah lain untuk dijual di Madinah. Hal ini menunjukkan bahwa Abdurrahman paham betul masalah supplier, jalur distribusi, networking, marketing, dan juga selling di Madinah. Beliau juga menjalankan strategi dalam memilih jenis usaha, serta selektif dalam memilih kualitas barang dan layanan yang mengandalkan kejujuran.
3.Memiliki kepribadian teladan
Persahabatan yang dianjurkan dalam Islam menjadi salah satu dasar yang mendorong keberhasilan Abdurrahman. Abdurrahman dikenal memiliki kepribadian yang baik sampai sempat menjadi kandidat pengganti Khalifah sebelumnya, namun jiwanya yang tidak ambisius mengarahkannya untuk mundur. Beliau dikenal sebagai seseorang yang berpenampilan sederhana. Meskipun sudah menjadi saudagar yang kaya raya, beliau tidak lantas lari dari kewajiban perang, di tubuhnya paling tidak terdapat 20 bekas luka, beberapa gigi seri yang patah, serta kaki yang pincang akibat peperangan melawan kaum kafir.
4.Rajin berinfak dan bersedekah
Abdurrahman bin Auf saat sudah berdagang, beliau meniatkan semua hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah semaksimal mungkin. Saat perang Tabuk, beliau menginfakkan 200 uqiyah setara dengan 5,95 kg emas, apabila 1 gram emas setara 500 ribu rupiah, maka, Abdurrahman bin Auf sudah memberikan 2,9 milyar dalam perang Tabuk.
Abdurrahman bin Auf yang pernah menjual tanah seharga 40 ribu dinar setara 90,4 milyar, uang tersebut dibagikan kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin dan Anshar. 
Begitulah saat seseorang membantu agama Allah, Allah akan membantunya. Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah, akan dilipatgandakan. Abdurrahman bin Auf bertambah kaya karena menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah berfirman dalam qur’an surat Al Baqarah ayat 245,
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.”
5.Melibatkan Allah subhanahu wa ta’ala
Cara bisnis dengan melibatkan Allah akan membuat bisnis yang kita jalani mencapai kejayaan dan kesuksesan. Bagaimana cara melibatkan Allah?
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mu’min ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya.” (HR.Muslim)
Abdurrahman menjadi sahabat yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya. Ia tidak mau celaka dengan menyimpan harta, ia mengumpulkan dengan santai dan dari jalan yang halal, tetapi, ia tidak menikmatinya sendirian. Orang-orang Madinah pernah berkata, “Seluruh penduduk Madinah berserikat (menjalin usaha) dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkan kepada mereka, sepertiga digunakan untuk membayar hutang mereka, dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikan kepada mereka.”
Abdurrahman dan penduduk Madinah saling mendahulukan kepentingan saudaranya, sehingga Allah membukakan keberkahan dan Allah membukakan peluang menguasai ekonomi umat. Bahkan, pasar Madinah yang tadinya dikuasai Yahudi berpindah ke tangan Muslimin. Berawal dari sikap tolong-menolong (ta’awun) sesama muslimin, lalu saling memecahkan masalah saudaranya, dan menjadi penguasa ekonomi saat itu. Inilah hasil dari mematuhi hukum Allah.





dikutip dari: http://www.annida-online.com

Kiat Menjadi Pengusaha Sukses dengan Modal Kecil

Modal Kecil Bukan Alasan Tidak Menjadi Pengusaha Sukses
Yang penting adalah … mindset. Kiat menjadi pengusaha sukses dengan modal kecil adalah memiliki mindset yang benar dan mindset yang besar.
Bukan modal yang menentukan sukses atau tidaknya Anda sebagai pengusaha, tetapi 80% ditentukan oleh mindset.
Mindset seperti apa yang menjadikan seseorang sukses meski dia bermodalkan kecil?
Inilah yang akan dibahas pada artikel ini. Fahami artikel ini, jadikan prinsip Anda dalam membangun bisnis, maka tidak peduli sebesar apa pun modal Anda saat ini, maka Anda akan berhasil. In syaa Allah.
Tidak Apa-apa Modal Kecil Yang Penting Berpikiran Besar
Modal kecil bukan penghalang, jika Anda memiliki pikiran yang besar.
Coba Anda renungkan fakta di lapangan ini.
Ada banyak tukang bakso. Mungkin dimulai dari kebutuhan untuk mendapatkan nafkah, dia mau mendorong gerobak atau memikul pikulan bakso keliling kampung.
Dan bisa kita lihat.
Ada sebagian yang terus jualan bakso berpuluh-puluh tahun.
Ada yang beralih ke profesi lain yang hasilnya tidak jauh beda.
Sementara ada juga diantara mereka …
Memiliki kedai bakso dipinggir jalan.
Memiliki restosan bakso yang berkelas di mall-mall.
Memiliki ratusan anak buah yang menjajakan baksonya.
Apa yang Anda tangkap dari kenyataan ini?
Bukan masalah apakah dia dagang bakso dengan penghasilan yang kecil yang menentukan keberhasilan seseorang, tetapi lebih penting adalah bagaimana cara dia berpikir.
Sama-sama jualan bakso, tapi ujungnya beda. Perbedaanya adalah ada di pikiran mereka.
Jadi, tidak masalah modal Anda kecil, tapi miliki pikiran besar.
Bagaimana caranya berpikir besar?
1. Miliki keinginan Anda akan sukses sebagai pengusaha.
2. Miliki visi yang besar, gambaran masa depan yang Anda inginkan.
3. Miliki optimisme bahwa Anda akan sukses.
4. Bangun kepercayaan diri , bahwa Anda mampu membesarkan bisnis Anda, meski saat ini masih kecil.
Jadi, Bagaimana Caranya Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Modal Kecil? Jika Bisnis Anda Mau Besar, Anda Butuh Modal Besar
Katanya bisa dengan modal kecil?
Tidak. Jika Anda memiliki modal kecil, maka bisnis yang Anda bangun akan kecil juga. Bisnis besar akan membutuhkan modal besar.
Jika Anda ingin membangun usaha yang besar, Anda harus membangun modal atau aset. Dan itu bisa dimulai dari modal kecil.
Bisnis dengan modal kecil hanyalah awal. Gunakan bisnis kecil Anda ini, leverage it, sehingga Anda memiliki bisnis besar.
Artinya, jika Anda ingin sukses, Anda harus memiliki prioritas untuk memperbesar bisnis Anda dengan cara membangun aset. Jangan buru-buru ingin cepat menikmati. Saat Anda sudah mulai memiliki penghasilan atau keuntungan, usahakan untuk menyisihkan sebagian untuk membangun aset Anda. Istilahnya Anda harus mengumpulkan modal.
Anda bisa mengumpulkan modal dengan berbagai cara. Bisa dengan menabung dalam bentuk tunai untuk keperluan yang lebih besar, misalnya membeli aset. Atau menambah stok produk. Membangun data base pelanggan. Dan sebagainya yang memperbesar bisnis Anda.
Godaan terbesar pada pengusaha pemula ialah ingin cepat-cepat bergaya dari hasil usahanya. Tunda dulu, jangan cepat puas. Perkuat bisnis Anda, perbesar bisnis Anda.
Anda memang tidak perlu modal besar untuk memulai bisnis Anda. Tapi Anda butuh modal besar jika bisnis Anda ingin besar, maka bangunlah modal Anda secara bertahap.
Ini mindset penting selanjutnya jika Anda ingin menjadi pengusaha sukses dengan modal kecil. Ingat ini: membangun bisnis dengan modal kecil hanyalah awal, agar Anda memiliki modal besar, untuk membangun bisnis besar.
Banyak yang salah, saat mulai memiliki penghasilkan dari bisnis kecil dia meningkatkan gaya hidupnya dulu, sementara bisnis tetap kecil.
BACA Juga Cara Memulai Usaha Bagi Siapa Pun dan Modal Berapa Pun
Perbesar Kapasitas Diri Anda
Ada seorang teman, dia berkesempatan mendapatkan peluang bisnis yang besar, menggiurkan. Dia mengambil peluang itu, dan tidak butuh waktu yang lama penghasilannya sudah bagus.
Tapi …
Tidak membutuhkan waktu lama juga, bisnisnya menurun kembali. Bukan pasar yang kurang. Bukan cara dia memasarkan yang kurang.
Tapi dia tidak bisa mengelola bisnisnya.
Mengapa?
Saya ibaratkan seperti Anda menemukan sebuah danau, tapi wadah yang Anda miliki cuma sebuah cangkir. Maka air yang bisa Anda dapatkan hanya satu cangkir.
Jika Anda mau air satu ember, maka Anda harus memiliki sebuah ember untuk mengambilnya. Jika mau satu drum? Ya, Anda butuh drum.
Artinya, jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak, Anda harus memiliki “wadah” yang lebih besar.
Sama halnya dengan bisnis. Jika “wadah” atau kapasitas diri Anda kecil, maka akan terhambat untuk mendapatkan hasil besar, meski Anda mendapatkan peluang yang besar. Peluang besar akan percuma jika kapasitas diri Anda kecil.
Apa itu kapasitas diri?
Mindset, optimisme, dan kepercayaan diri.
Memiliki ilmu inti bisnis yang memadai seperti pemasaran, kepemimpinan, daya ungkit , membangun sistem, dan cara mengakses sumber daya seperti saya jelaskan di video Bisnis Anti Gagal .
Memiliki wawasan yang luas.
Jangan terjebak hal teknis, sementara ilmu penting lainnya malah diabaikan.
Yang saya tahu, teman-teman yang saya kenal dan dia sudah berhasil, mereka tetap mengikuti pelatihan dan coaching yang biayanya cukup mahal. Karena mereka sadar akan pentingnya kapasitas diri.
Jika Anda masih berpikir “yang penting action”, artinya Anda masih berada pada tataran memulai. Jika mau memperbesar bisnis, bukan hanya action yang dibutuhkan, tetapi action yang tepat. Action yang tepat akan diketahui dari ilmu yang Anda miliki berlandasakan mindset yang positif.
Perbesar Kapasitas Diri Anda
Ada seorang teman, dia berkesempatan mendapatkan peluang bisnis yang besar, menggiurkan. Dia mengambil peluang itu, dan tidak butuh waktu yang lama penghasilannya sudah bagus.
Tapi …
Tidak membutuhkan waktu lama juga, bisnisnya menurun kembali. Bukan pasar yang kurang. Bukan cara dia memasarkan yang kurang.
Tapi dia tidak bisa mengelola bisnisnya.
Mengapa?
Saya ibaratkan seperti Anda menemukan sebuah danau, tapi wadah yang Anda miliki cuma sebuah cangkir. Maka air yang bisa Anda dapatkan hanya satu cangkir.
Jika Anda mau air satu ember, maka Anda harus memiliki sebuah ember untuk mengambilnya. Jika mau satu drum? Ya, Anda butuh drum.
Artinya, jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak, Anda harus memiliki “wadah” yang lebih besar.
Sama halnya dengan bisnis. Jika “wadah” atau kapasitas diri Anda kecil, maka akan terhambat untuk mendapatkan hasil besar, meski Anda mendapatkan peluang yang besar. Peluang besar akan percuma jika kapasitas diri Anda kecil.
Apa itu kapasitas diri?
Mindset, optimisme, dan kepercayaan diri.
Memiliki ilmu inti bisnis yang memadai seperti pemasaran, kepemimpinan, daya ungkit , membangun sistem, dan cara mengakses sumber daya seperti saya jelaskan di video Bisnis Anti Gagal .
Memiliki wawasan yang luas.
Jangan terjebak hal teknis, sementara ilmu penting lainnya malah diabaikan.
Yang saya tahu, teman-teman yang saya kenal dan dia sudah berhasil, mereka tetap mengikuti pelatihan dan coaching yang biayanya cukup mahal. Karena mereka sadar akan pentingnya kapasitas diri.
Jika Anda masih berpikir “yang penting action”, artinya Anda masih berada pada tataran memulai. Jika mau memperbesar bisnis, bukan hanya action yang dibutuhkan, tetapi action yang tepat. Action yang tepat akan diketahui dari ilmu yang Anda miliki berlandasakan mindset yang positif.
Mintalah Pertolongan Allah Sejak Awal
Saya yakin, Anda sudah faham tentang pentingnya pertolongan Allah. Sayangnya banyak orang yang lupa Allah saat memulai bisnis. Mereka baru ingat Allah saat ada masalah.
Tidak salah sebenarnya, saat ada masalah ingat Allah, memang seharunya. Tapi jangan lupakan Allah saat Anda memulai. Mintalah pertolongan dan petunjuk Allah agar Anda dibimbing menjalankan bisnis yang bukan hanya akan menguntungkan tetapi juga membawa berkah.
Tawakal bukan hanya diakhir ikhtiar, tetapi dimulai sejak setelah azam, saat ikhtiar, dan setelah ikhtiar.
Kesimpulan
Sukses atau tidaknya Anda menjadi pengusaha bukan ditentukan oleh besar atau kecilnya modal, tetapi ditentukan oleh mindset Anda dan kapasitas diri Anda serta pertolongan Allah. Untuk itu belajarlah memiliki pikiran positif juga berpikir besar, tingkatkan kapasitas diri dan dekatkan diri kepada Allah agar kita mendapatkan pertolongannya.
Rahmat Mr. Power Author at Zona Sukses Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Dikutip dari www.zone-islam.com