Selasa, 31 Januari 2017

Wahai Calon Pengusaha Sukses!. Hindarilah 8 Sifat yang Membuat Anda Gagal Berwirausaha Ini


Seorang pengusaha merupakan sosok yang membangun bisnis dan memimpin bisnis. Maka hendaklah pengusaha memiliki mental seorang pengusaha. Akan tetapi, ada 8 sifat pengusaha dibawah ini yang harus dihindari, karena akan membuat bisnis anda tidak lancar bahkan tak berjalan.
 
1. Cemas (al-hamm)
Yaitu kekhawatiran akan terjadinya hal yang tidak disukai di masa sekarang atau yang akan datang. Seorang pengusaha tentu berangkat dari niat yang kuat untuk memulai usaha dan dengan harapan yang kuat bisa memperoleh keuntungan dari hasil usahanya. Dengan rasa optimis, maka usaha akan lebih besar dan respon terhadap masalah akan lebih terukur. Tetapi bila rasa cemas berlebihan, maka bisa menimbulkan rasa minder, pikiran buntu, dan tidak bisa menatap peluang-peluang yang ada di depan mata.
Sebagai pengusaha pemula kadang kita cemas dan khawatir, jangan-jangan produk kita tidak laku, jangan-jangan rugi, dan kekhawatiran lainnya. Kecemasan akan jalannya usaha di masa akan datang bisa saja membuat pengusaha menjadi down, apalagi bagi penguasaha pemula, bisa-bisa dia mutung, tidak semangat menjalankan usaha, bahkan menutup usahanya sama sekali.
Seorang calon pengusaha harus optimis menatap ke depan yang cerah, penuh harapan bahwa usahanya akan berhasil, meluruskan niat dan melakukan semua proses dengan baik.

2. Sedih (al-hazn)
Yaitu penyesalan dan duka cita atas apa yang terjadi di masa lalu. Contohnya saja bila seorang penguasaha mengalami kerugian pada hari sebelumnya, maka hal tersebut bisa mempengaruhi pikirannya dan membuatnya trauma. Kesedihan tentu tidak bisa dihindari, akan tetapi bila berlarut-larut maka bias merusak jalannya usaha yang dirintis.
Oleh sebab itu, seorang pengusaha harus segera bangkit dari kesedihan dan menyiapkan mental untuk bangkit dan memperbaiki usahanya.. Dalam kondisi apapun, berusaha menghapus kesedihan, yakin dan bersangka baik kepada Allah bahwa apa yang terjadi kemarin, mungin untuk membuat kita bertambah pengalaman dan bertambah kuat menghadapi segala masalah yang mungkin akan datang lebih besar.

3. Lemah (al-‘ajz)
Baik lemah pikiran dan lemah fisik. Lemah pikiran dalam arti tidak punya ide-ide kreatif yang bisa mengembangkan usahanya, juga lemah dalam arti tidak punya keahlian dan ketrampilan untuk menjalankan usahanya, sehingga cepat putus asa dan berhenti dari proses berusaha.
Biasanya pengusaha pemula mempunyai ide-ide yang kreatif, dan energi yang besar ketika memulai usaha. Tetapi ketika mulai mendapatkan rintangan di jalan, mereka kehilangan ide-ide itu dan kehilangan energi untuk menghadapinya.
Oleh sebab itu perlu ada support dari orang terdekat, mentor, atau teman sesama pengusaha yang telah merasakan jatuh-bangun dalam menjalankan usahanya.
Terus belajar, terus mencari pengalaman, berbagi pengetahuan dengan sesama pengusaha, atau membaca kisah-kisah sukses para pengusaha, bisa jadi mengikis kelemahan, sehingga lama-kelaman punya ide-ide yang kreatif dan aplikatif, serta trampil dalam menjalankan usaha.

4. Malas (al-kasal)
Yaitu rasa enggan untuk melakukan suatu usaha padahal mampu melakukannya. Malas berkaitan dengan motivasi seseorang. Malas bisa terjadi karena menganggap suatu pekerjaan terlalu mudah, atau menganggapnya terlalu sulit. Bila kita menganggap suatu pekerjaan mudah, maka kita akan menunda-nundanya, dengan alasan bahwa dengan mudah kita bisa menyelesaikannnya dengan cepat. Sebaliknya jika menganggap suatu pekerjaan terlalu sulit, maka kita akan merasa terbebani untuk melaksanakannya dan menganggap bahwa dirinya tidak sanggup melakukannya.
Seorang pengusaha harus memiliki sifat rajin, tekun, giat dalam menjalankan usahanya. Kalau sudah malas melakukan suatu pekerjaan, lalu apalagi yang bisa diharapkan? Hanya merenung, menghayalkan kekayaan, rumah megah, mobil mewah, tapi tidak mau berusaha, maka tidak ada yang didapatnya.

5. Takut (al-jubn)
Rasa takut memulai seringkali muncul pada orang yang hendak memulai usaha. Keadaan seseorang mempengaruhi hal ini. Seseorang yang sudah hidup dalam kemapanan, akan takut untuk memulai usaha, takut kehilangan potensi pemasukan finansial. Seorang pekerja kantoran yang menerima gaji bulanan, akan berat meninggalkan pekerjaannya untuk memulai usaha. Kemapanan yang selama ini dirasakan, sulit untuk dilepaskan, sedangkan memulai usaha membutuhkan waktu dan kesabaran untuk berkembang. Belum lagi takut resiko kerugian.
Ketakutan juga bisa terjadi pada orang yang sudah menjalankan usahanya. Takut membuat ide-ide baru, takut mengambil keputusan untuk perusahaan, takut bersaing dan lailn-lain.
Seorang pengusaha harus berani dan tegas mengambil keputusan, berani membuat ide-ide kreatif yang bisa memajukan usahanya.

6. Bakhil
Seorang pengusaha tentu menjalankan usahanya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Salah satu tujuan berwirausaha adalah agar mempunyai pemasukan finansial yang lebih besar. Tetapi apabila harta sudah terkumpul, maka harus ditunaikan hak-hak dan kewajibannya. Seperti zakat, sedekah dan lain-lain.
Selain bakhil secara materi, bisa juga berarti bakhil atas ide-ide usaha yang dijalankannya. Bila memang sudah sukses, apa salahnya jika berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para pengusaha pemula, bagaimana tips dan trik menjalankan usaha agar bisa sukses.
Walaupun sekarang telah banyak buku-buku tentang wirausaha dijual di toko-toko buku, ada baiknya kita berbagi langsung dengan orang lain agar kesuksesan juga bisa dinikmati orang banyak. Lagian, dengan berbagi, ilmu tdak akan berkurang.

7. Lilitan Hutang (dhala’i ad-dain)
Musuh lain pengusaha adalah hutang. Memulai usaha tentu butuh banyak modal. Lalu bagaimana mendapatkan modal itu? Beberapa calon pengusaha berani mengambil resiko dengan berhutang dulu untuk modal usahanya. Berhutang tentu boleh saja, asalkan kita punya kemampuan untuk membayarnya. Tetapi, lebih baik apabila modal usaha dari kantong sendiri, sehingga segala resiko di masa mendatang ditanggung sendiri tanpa ada tekanan dari orang lain yang mengejar-ngejar kita karena punya hutang.
Kadang hutang juga menghalangi kita untuk menjalankan usaha. Karena hutang, kita tergoda untuk kembali kerja kantoran, kerja ikut orang lain dan lain sebagainya, sehingga cita-cita untuk beriwarusaha gagal.

8. Dikuasai Orang Lain (ghalabat ar-rijaal)
Ketika kita memutuskan untuk berwirausaha, bukan berarti jalan mudah menanti kita. Kadang orang-orang terdekat kita yang justru menghalangi kita. Oran tua kita dengan keras menentang kita. Anak istri juga menentang kita. Bila kita berkeras menjalankan usaha. Tekanan-tekanan orang-orang tersebut bias menghalangi niat kita untuk memulai usaha. Apalagi bila orang diluar kita lebih dominan, maka niat usaha sulit untuk diwujudkan.
Bagi yang sudah menjalankan usaha, bisa juga mendapatkan tekanan dari orang lain. Seperti apabila kita mau mengambil keputusan, lalu ada orang lain yang berjasa kepada kita, berhutang budi padanya, kita sering mendapatkan hadiah darinya, sehingga kita segan untuk mengambil keputusan baik yang tidak sesuai dengan pemikiran dia. Ini juga jenis tekan dari orang lain.
Bila kita dibawah kekuasaan orang lain, maka kita tidak bisa membuat keputusan untuk diri sendir. Kita tidak punya kemerdekaan untuk menjalankan apa yang kita inginkan.
Oleh sebab itu, rasulullah mengajarkan sebuah doa kepada kita agar terhindar dari delapan penyakit tersebut. Doa tersebut adalah:
Allahumma inny a’udzu bika minal hammi wal hazani, wal ajzi wal kasali, wal jubni wal bukhli, wal dhola’id daini wa ghalabatir rijaal.”
Artinya:
“ Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa cemas, sedih, lemah, malas, takut, bakhil, lilitan hutang dan dikuasai orang lain. ” (Al Bukhari, 7/158, Fathul Bari, 11/173)

Miliki Sosok Teladan Pengusaha!. Menteladani Sosok Abdurahman bin Auf, Sang Pengusaha Sejati.


Seorang enterpreneur sejati dengan segala kemampuannya adalah orang yang mampu bertahan, berusaha, lalu berkembang dalam keadaan sesulit apapun. Dalam hal ini kita bisa mengambil ibarat dan teladan dari Sahabat Rasululullah, dimana ketika mereka hijrah dari Makkah menuju Madinah, mereka hanya membawa bekal seadanya. Mereka pergi meninggalkan keluarga, tempat tinggal dan harta yang mereka miliki.
Diantara Sahabat yang sangat pandai berdagang adalah Abdurrahman bin Auf, seorang Sahabat yang termasuk As-saabiquun Al-Awwalun (Orang-orang yang pertama masuk Islam), dan merupakan sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Adalah Abdurrahman bin Auf seorang pedagang yang sangat mahir, dan Allah melimpahkan keberkahan dalam setiap aktifitas dagangnya.
Al-Bukhari meriwayatkan bahwa tatkala Muhajirin tiba di Madinah, maka Rasulullah shallallahu alihi wa sallam mempersaudarakan antara Abdurrahman bin Auf dengan Saad bin Ar-Rabi’. Saad berkata kepada Abdurrahman bin Auf, “Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya dikalangan Anshar, ambillah separoh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri, maka lihatlah mana yang engkau pilih agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka nikahilah dia.”
Abdurrahman bin Auf berkata, “Semoga Allah memberkahi bagimu dalam keluarga dan hartamu. Lebih baik tunjukkanlah saja mana pasar kalian.”
Maka orang-orang menunjukkan pasar Bani Qainuqa
’. Tidak seberapa lama kemudian dia sudah mendapatkan samin dan keju. Jika pagi dia sudah pergi berdagang. Suatu hari dia datang agak pucat.
Bagaimana keadaanmu?” tanya Rasulullah.
Aku sudah menikah.” jawabnya.
Berapa banyak maskawin yang engkau serahkan kepada istrimu?”
ia menjawab, “Beberapa keping emas.”
(Shahih Al-Bukhari, Bab: Ikhaa’un Nabi bainal Muhajirin wal Anshar, 1/553)
Lihatlah bagaimana kemudahan yang disediakan oleh Saad bin Ar-Rabi’ tidak membuat Abdurrahman menerima begitu saja. Dia tidak mau menjadi beban bagi orang lain. Bahkan dia memilih untuk berusaha sendiri dengan tangannya, dan Allah memberikan keuntungan yang banyak. Dan adalah Abdurrahman bin Auf seorang sahabat yang sangat dermawan. Dia memilih menjadi orang dengan tangan diatas (suka menginfakkan hartanya di jalan Allah).
Ibnul Mubarak mentakhrij dari Ma’mar, dari Zuhry, dia berkata, “Abdurrahman bin Auf pernah menginfakkan separoh harta miliknya pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu ditambahi lagi dengan empatpuluh ribu Dinar, lalu ditambah lagi dengan menyerahkan lima ratus ekor kuda dan lima ratus ekor unta yang mayoritas hartanya ini diperoleh dari hasil perdaganyannya.” (Al-Ishabah, 2/416)
Dengan segala kepandaiannya Abdurrahman menjadi teladan bagi kita, tentang kesungguhan, kemandirian, dan kedermawanan, bahkan juga kezuhudan. Kita tentu percaya dan yakin bahwa Abdurrahman bin Auf adalah seorang sahabat yang tahu hukum halal haram, dan tentu saja perniagaannya dijalankan dengan cara yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-suunnah. Tetapi dia masih saja khawatir dengan harta yang dimilikinya akan menjadi beban baginya. Padahal dia telah menginfakkan begitu banyak dijalan Allah.
Al-Bukhari mentakhrij dari Saad bin Ibrahim, dari ayahnya, bahwa Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu pernah disuguhi makanan untuk berbuka, karena pada hari itu dia sedang berpuasa.Lalu dia berkata, “Mush’ab bin Umair telah terbunuh dan dia lebih baik dari aku. Diadikafani dengan mantelnya, jika mantelnya ditarik ke atas untuk menutupi kepalanya, maka kedua kakinya menyembul, dan jika mantel itu ditarik untuk menutupi kedua kakinya, maka kepalanya meyembul. Aku juga pernah mendengar dia berkata, “Hamzah telah terbunuh dan dia lebih baik dari aku.” kemudian keduniaan dihamparkan dan dilumpahkan kepada kita. Kami khawatir kesenangan-kesenangan ini disegerakan kepada kita di dunia saja.” lalu diapun menangis.
Yang serupa dengan ini juga ditakhrij Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 1/100. Lihatlah, seorang sahabat yang dijamin untuk masuk surga masih bisa menangis khawatir bahwa kesenangan itu hanya di dunia saja. Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkan harta kita diperoleh dengan perniagaan yang halal, sudahkan kita membersihkan harta kita dengan zakat? Berapa banyak yang sudah kita infakkan di jalan Allah? Mari menghitung-hitung diri!.

Senin, 30 Januari 2017

Berbisnis dengan Allah, Berbisnis Yang Tak Akan Pernah Merugi!.

Umat Islam di era modern mungkin tak lagi bisa menatap Rasulullah. Tak bisa berdialog apalagi meminta nasihat beliau.

Presiden Yayasan Al Fatih Kaffah Nusantara, Ustaz Fadhlan Gharamatan, mengatakan mesti tidak lagi bertemu atau berdialog dengan beliau, warisan Rasulullah telah membuat umat Islam dari berbagai suku, dan ras, seperti masyarakat Indonesia di Bagian Barat, Tengah, dan Timur berkumpul menyebut nama Allah dan Rasul-Nya.

‎" Jadi, kita harus lanjutkan apa yang diwariskan beliau," kata dia, ketika mengisi ceramah Isya di Masjid Kimbi, Wamena, Jakarta, Jumat (23/9)m

Ustaz Fadhlan mengatakan, warisan lain yang diteladankan Rasulullah adalah berbisnis bersama Allah. Bagaimana caranya, yakni berjuang di jalan Allah.

"Banyak intepretasi soal ini, tapi intepretasi yang benar adalah berjuang menjadi da'i terbaik. Yang berdakwah kepada setiap orang walaupun hanya sepenggal ayat," kata dia.

Bagi yang memiliki harta, kata Ketua Komite Umat untuk Tolikara ini, jangan lupa sedekahkan. Sisihkan agar syiar Islam tetap jalan, usaha maju, dan dapat membangun masjid.

"Apakah berbisnis dengan Allah rugi," tanya Ustaz kepada jamaah.

"Begini, Anda sedekahkan 10 juta saja, Allah akan balas 100 kali lipat. Anda dapat berapa?"

‎Kalau tidak punya harta, kata dia, setiap Muslim bisa memikul batu atau cor masjid. "Jadi, banyak cara berbisnis dengan Allah. Jangan takut, hanya dalam Islam, setiap hal baik yang dilakukan akan mendapatkan balasan dari-Nya," kata dia.‎ 




sumber:
Red: Agung Sasongko
http://khazanah.republika.co.id

Muslimah Ayo Berbisnis!!. Pelajari 8 Rahasia Sukses Bisnis Khanijah R.A.

Tags
Rahasia Kesuksesan Bisnis Khadijah
1. Rahasia pertama: Keimanan yang kokoh dan spiritualitas yang tinggi
  • Kata Rasulullah SAW: iman itu ada 70 tingkatan, yang paling tinggi ialah ucapan tiada Tuhan selain Allah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan bahaya dari jalanan”
  • Orang yang bertaqwa itu orang yang kuat batin dan jiwanya sehingga tida pernah gentar menghadapi hidup. Ia akan percaya sepenuhnya pada Allah dan hanya mnaruh harapan kepada Allah SWT. Ia juga tidak mudah putus asa karena percaya Allah selalu menyertainya.
QS Al-Haadid:4 à Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa kemudian Dia bersmayam di atas Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke bumi dan apa yang keluar dari padanya dan apa yang turun dari langi dan apa yang anik kepadanya. Dan Dia bersama kamu dimana saja kemu berada. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan.
  • Orang yang beriman juga akan mendapatkan rasa aman karena keyakinan bahwa ia hanya bersandar kepada Allah, dan disisi Allah semua pasti terkendali. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai masa depan.. hal seperti ini yang dirasakan Nabi Ibrahim ketika dicec kaumnya karena beriman kepada Allah, seperti tersimpan dalam QS Al-An’am: 81-82.
  • Iman juga menyebabkan seseoarang jadi PeDe alias “Percaya Diri”. Dalam ilmu psikologi dijelaskan bahwa kepercayaan diri adalah pangkal dari kesehatan jiwa. Ia juga akan mebuat penampilan yang simpatik, toleran, bersahabat, damai, dan tidak mudah tersungging, ehe..tersinggung… Jv.
  • Iman dan tauhid akan mengantarkan seseorang pada keyakinan bahwa harta benda yang dimilikinya adalah milik Allah. Ini akan membawa pada sikap dermawan.
  • Iman dan tauhid juga akan menjauhkan seseorang dari segala brntuk eksploitasi manusia, riba, pencurian, penipuan etc..
2. Rahasia kedua: Mentalitas Wirausaha
Ternyata wiraswasta dan wirausaha itu beda!
Michael Garner dalam bukunya Entrepreneur Myth menyatakan bahwa ada 3 tipe pelaku usaha:
  • Pertama tipe teknisi à menjalankan bisnis berdasarkan hobi, sehingga dia paling mengerti pekerjaan teknis.makin maju usahanya ia akan semakin disibukkan dengan hal teknis akhrnya ia terjerat dalam situasi dimana semua hal bergantung padanya. Pebisnis tipe ini adalah owner sekaligus karyawannya. Semakin bertambah pembantu, semakin repot pekerjaan sehari-harinya.
  • Kedua tipe Manajer à pemililik sekaligus manajer. tipe pembuat rencana jitu. Matang sebelum bertindak dan selalu melakukan evaluasi rutin. Struktur organisasi disusun rrapi. Mereka penuh pertimbangan. Artinya banyak rapat Sehingga makin maju bisnisnya makin banyak rapat. Makin banyak karyawannya makin banyak rapat
  • Ketiga tipe entrepreneurà ini lah pebisnis yang business owner yang sebenar-benarnya. Ia menjabat sebagai pemilik skaligus direktur Utama yang tugas utamanya adalah memotivasi karyawannya, menjalin hubungan baik dengan pelanggan, jaringan dll.senantiasa berfikir ke depan, visioner. Oleh karena itu makin berkembang usahanya makin sedikit mengerjakan hal teknis.
Nah, jika dilihat dari ketiga tipe ini, khadijah adalah tip eke tiga. Karena meskpun sederhana, ia telah menunjukkan seorang entrepreneur sejati. Misalnya dia lebih suka mendelegasikan tigas kepada orang lain, pandai bernegoisasi ketika menawarkan pekerjaan pada Muhammad SAW dll.. 

3. Rahasia ketiga: Punya modal dan pandai mengelolanya
 
4. Rahasia ke empat: Punya kemampuan merekrut karyawan dan menjalin mitra bisnis
  • Modal khadijah yang ia dapatkan dar suami dan keluarganya yang pedagang tidak pernah didiamkan begitu saja. Khadijah kreatif dalam berpikir dan menjalankan uang supaya selalu bergerak dan produktif. Ia tidak suka uang yang ditimbun dan tidak manfaat.
  • Khadjah pernah tercatat menginvestasikan modalnya dari warisan suaminya kepada ayahnya dengan sistem bagi hasil
  • Tidak ada bukti dan catatan sejarah mengenai berapa dan siapa saja karyawan khadijah. Yang ada hanya beberapa mitra khadijah dari kalangan Quraisy.
  • Dalam memilih mitra bisnis, khadijah memasang criteria: kejujuran, tanggung jawab, dapat dipercaya. Ini dimaksudkan untuk menjamin keamanan dan kesselamatan barang-barang dagangannya
  • Khadijah memiliki standa upah yaitu dua ekor unta muda untuk seorang pemuda mitra bisnisnya. Standar maksimumnya adalah 4 ekor unta. Standar maksimum diberikan untuk orang yang paling teerkenal integritas dan kejujurannya.
  • Dalam memilih karyawan, khadijah juga menerapkan proses wawancara seperti yang ia lakukan kepada Rasulullah SAW serta mengajukan kontrak di awal.
  • Dalam dunia usaha sendiri ada 7 kriteria yang dinilai berdasarkan wawancara yaitu: capability, capacity, character, commitment, creativity, dan compatibility.
5. Rahasia ke lima: Suka berderma
  • Suatu hari datanglah Halimah Sya’diyah ke rumah Khadijah. Khadijah begitu mengormati Halimah sebagai Ibu Susu suaminya SAW sehingga Halimah menjadi tamu istimewa. Halimah menceritakan kondisi kampong halamannya yang ditimpa kemelaratan dan kekeringan. Ketika pulang, Khadijah membekali Halimah dengan seekor unta dan empat puluh ekor kambing. Subhanallah..
  • Khadijah juga sangat penyayang terhadap anak-anak. Betapa ia membasarkan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Tidak hanya itu, ia pun mengasuh Ali bin Abi Thalib yang kelak menjadi suami anaknya Fatimah. Ia juga mengasuh seorang budak yang bernama Zaid bin Haritsah.
  • Saat Rasulullah dan bani Hasyim diboikot oleh kaum Quraisy,Khadijah tetap setia mendampingi nabi dan justru membantu orang-orang yang terisolasi akibat boikot tersebut.
  • Pahala orang yang berderma telah banyak diungkapkan Allah SWT di dalam Al-Quran. Misalnya pada QS AL-Baqoroh: 261 à Perumpamaan orang yang menafkahkan harta mereka  di jalan Allah adalah seperti dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji. Allah (terus-menerus) melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) dan maha Mengetahui.
6. Rahasia ke enam: Berani mengambil keputusan dan membaca  peluang
  • Saat mengutus Muhammad SAW berdagang ke Syam, Khadijah sama sekali tidak punya jaminan bahwa Rasulullah sudah berpengalaman berdagang ke luar negeri. Tercatat bahwa sebelumnya Rasulullah hanya sekali pernah ke Syam, ketika bersama Pamannya Abu Thalib. Ini tentu resiko di satu sisi, namun Khadijah memiliki analisa dan firasat yang tajam mengenai Rasulullah, mitra dagangnya.
  • Bukti kedua bahwa Khadijah berani mengambil keputusan adalah ketika memutuskan untuk meminta dinikahi oleh Muhammad. Khadijah berhasil menghancurkan tradisi Arab yang memandang bahwa wanita itu hanya boleh menunggu untuk masalah jodoh.
  • Khadijah juga memutuskan hal yang tepat ketika menolak lamaran orang-orang Quraisy yang hanya mengharapkan kekayaannya.
  •  
7. Rahasia ke tujuh: Pandai membaca pasar dan target pasar 


8. Rahasia ke delapan: Stabilitas keamanan kita Mekah dan letaknya strategis untuk iklim usaha
  • Kondisi pasar di Mekkah pada masa Khadijah sangat baik. Mekkah terletak di tempat yang strategis yaitu di garis lintang antara Yaman dan Syam Serta dekat dengan laut tengah. Posisi mekkah tepat di tengah Jazrah Arabia, sehingga tidak sulit bagi orang-orang mekkah mencapai daerah lain, dan sebaliknya.
  • Di Mekkah ada Baitullah tempat melakukan ibadah haji. Sehingga setiap tahun selalu ramai dikunjungi kabilah2 arab yang berhaji. Ini tentu menambah devisa dan pasar bagi para pedagang.di mekah juga terdapat pasar besar yang permanent seperti pasar Ukaz ddan Dzul Majaz.
  • Nabi Ibrahim AS pernah berdo’a ayng terprasastikan dalam Al-Quran QS Al-Baqarah: 126 à Tuhanku, jadikan negeri ini (negeri yang) aman sentosa, dan berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka, kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “dan kepada sapa yang kafir Kusenangkan sedikit, kemudian aku paksa mereka menuju siksa neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali..” keberkahan kota mekkah tidak terlepas dari do’a Abul Anbiyya ini..
  • Ketika pasukan abrahah hendak menghancurkan mekkah, Allah Sang Pemilik Rumah Suci ini segera menghancurkan mereka seperti diabadikan dalam QS Al-Fiil.
  • Masyarakat Quraisy terbiasa melakukan perjalanan dagang pada musim panas dan musim dingin (seperti diabadikan dalam QS Al Quraisy). KEuntungan mereka yang didapat selalu dibagi rata. Apa yang diiperoleh si kaya diperoleh dalam kadar yang sama pula oleh si miskin. Sikap gotong royong ini yang menjadikan Allah mengabadikan kisahnya dalam Al-Quran
  • Orang2 Quraisy sangat mengagugkan dan melndungi ka’bah sehingga ka’bah senantiasa adalam keadaan yang aman. Selain itu penduduk mekkah selalu mendapat keuntungan dengan kedatangan jamaah haji setiap tahunnya. Slain aman, mekkah pun sejah tera..sebagaimana do’a yang dipanjatkan oleh nabi Ibrahim AS. 
  • dikutip dari: https://birdofpassages.wordpress.com

Anti Bisnis Gagal!. Bangun Bisnis Ala Abdurahman Bin Auf

Penasaran bagaimana Anti Bisnis Gagal!. Bangun Bisnis Ala Abdurahman Bin Auf? 
tentu sangat melekat di ingatan kita, tentang seorang sahabat Rasulullah yaitu Abdurrahman bin Auf yang dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi. Begitu tiba di Madinah, Saad berkata kepada Abdurrahman, “Wahai saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya. Silakan pilih separuh hartaku dan ambillah, dan aku mempunyai dua istri, pilihlah salah satu yang menurut anda lebih menarik dan akan aku ceraikan dia supaya anda bisa memperistrinya.” Abdurrahman pun menjawab, “Semoga Allah memberkati anda, istri anda dan harta anda. Tunjukkanlah jalan menuju pasar.”
Dengan izin Allah, Abdurrahman menjadi sahabat Rasulullah yang banyak membawa manfaat untuk umat Islam karena bisnis dan perdagangannya.
Luar biasa, ya, sob.
Berikut ini Nida telah mengulas cara bisnis menguntungkan ala Abdurrahman bin Auf,
1.Modal mental lebih penting daripada modal harta
Mental kaya lebih penting daripada kaya. Abdurrahman memulai bisnisnya dari nol dan mampu mengumpulkan kekayaan lebih banyak karena dia memiliki mental kaya. Bentuk dari mental kaya ini adalah selalu mau memberi bukan hanya menerima, siap dengan kerasnya usaha, tangguh, bersungguh-sungguh dalam usaha dan meyakini keberhasilan usahanya. Perhatikan perkataan Abdurrahman bin Auf dalam meyakini keberhasilannya. Beliau berkata,”Seandainya aku membalik sebuah batu, maka, aku akan menemukan emas atau perak.”
2.Paham seluk beluk perdagangan
Abdurrahman bin Auf tidak hanya bermodalkan harta dan mental kaya. Tapi, beliau juga memahami secara mendalam seluk beluk perdagangan secara teknis di Madinah. Abdurrahman mengetahui kondisi pasar. Sesampainya di Madinah, Abdurrahman mendatangkan minyak samin dan keju dari wilayah lain untuk dijual di Madinah. Hal ini menunjukkan bahwa Abdurrahman paham betul masalah supplier, jalur distribusi, networking, marketing, dan juga selling di Madinah. Beliau juga menjalankan strategi dalam memilih jenis usaha, serta selektif dalam memilih kualitas barang dan layanan yang mengandalkan kejujuran.
3.Memiliki kepribadian teladan
Persahabatan yang dianjurkan dalam Islam menjadi salah satu dasar yang mendorong keberhasilan Abdurrahman. Abdurrahman dikenal memiliki kepribadian yang baik sampai sempat menjadi kandidat pengganti Khalifah sebelumnya, namun jiwanya yang tidak ambisius mengarahkannya untuk mundur. Beliau dikenal sebagai seseorang yang berpenampilan sederhana. Meskipun sudah menjadi saudagar yang kaya raya, beliau tidak lantas lari dari kewajiban perang, di tubuhnya paling tidak terdapat 20 bekas luka, beberapa gigi seri yang patah, serta kaki yang pincang akibat peperangan melawan kaum kafir.
4.Rajin berinfak dan bersedekah
Abdurrahman bin Auf saat sudah berdagang, beliau meniatkan semua hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah semaksimal mungkin. Saat perang Tabuk, beliau menginfakkan 200 uqiyah setara dengan 5,95 kg emas, apabila 1 gram emas setara 500 ribu rupiah, maka, Abdurrahman bin Auf sudah memberikan 2,9 milyar dalam perang Tabuk.
Abdurrahman bin Auf yang pernah menjual tanah seharga 40 ribu dinar setara 90,4 milyar, uang tersebut dibagikan kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin dan Anshar. 
Begitulah saat seseorang membantu agama Allah, Allah akan membantunya. Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah, akan dilipatgandakan. Abdurrahman bin Auf bertambah kaya karena menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah berfirman dalam qur’an surat Al Baqarah ayat 245,
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.”
5.Melibatkan Allah subhanahu wa ta’ala
Cara bisnis dengan melibatkan Allah akan membuat bisnis yang kita jalani mencapai kejayaan dan kesuksesan. Bagaimana cara melibatkan Allah?
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
“Barangsiapa membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mu’min ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak. Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib orang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya.” (HR.Muslim)
Abdurrahman menjadi sahabat yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya. Ia tidak mau celaka dengan menyimpan harta, ia mengumpulkan dengan santai dan dari jalan yang halal, tetapi, ia tidak menikmatinya sendirian. Orang-orang Madinah pernah berkata, “Seluruh penduduk Madinah berserikat (menjalin usaha) dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkan kepada mereka, sepertiga digunakan untuk membayar hutang mereka, dan sepertiga sisanya diberikan dan dibagi-bagikan kepada mereka.”
Abdurrahman dan penduduk Madinah saling mendahulukan kepentingan saudaranya, sehingga Allah membukakan keberkahan dan Allah membukakan peluang menguasai ekonomi umat. Bahkan, pasar Madinah yang tadinya dikuasai Yahudi berpindah ke tangan Muslimin. Berawal dari sikap tolong-menolong (ta’awun) sesama muslimin, lalu saling memecahkan masalah saudaranya, dan menjadi penguasa ekonomi saat itu. Inilah hasil dari mematuhi hukum Allah.





dikutip dari: http://www.annida-online.com

Kiat Menjadi Pengusaha Sukses dengan Modal Kecil

Modal Kecil Bukan Alasan Tidak Menjadi Pengusaha Sukses
Yang penting adalah … mindset. Kiat menjadi pengusaha sukses dengan modal kecil adalah memiliki mindset yang benar dan mindset yang besar.
Bukan modal yang menentukan sukses atau tidaknya Anda sebagai pengusaha, tetapi 80% ditentukan oleh mindset.
Mindset seperti apa yang menjadikan seseorang sukses meski dia bermodalkan kecil?
Inilah yang akan dibahas pada artikel ini. Fahami artikel ini, jadikan prinsip Anda dalam membangun bisnis, maka tidak peduli sebesar apa pun modal Anda saat ini, maka Anda akan berhasil. In syaa Allah.
Tidak Apa-apa Modal Kecil Yang Penting Berpikiran Besar
Modal kecil bukan penghalang, jika Anda memiliki pikiran yang besar.
Coba Anda renungkan fakta di lapangan ini.
Ada banyak tukang bakso. Mungkin dimulai dari kebutuhan untuk mendapatkan nafkah, dia mau mendorong gerobak atau memikul pikulan bakso keliling kampung.
Dan bisa kita lihat.
Ada sebagian yang terus jualan bakso berpuluh-puluh tahun.
Ada yang beralih ke profesi lain yang hasilnya tidak jauh beda.
Sementara ada juga diantara mereka …
Memiliki kedai bakso dipinggir jalan.
Memiliki restosan bakso yang berkelas di mall-mall.
Memiliki ratusan anak buah yang menjajakan baksonya.
Apa yang Anda tangkap dari kenyataan ini?
Bukan masalah apakah dia dagang bakso dengan penghasilan yang kecil yang menentukan keberhasilan seseorang, tetapi lebih penting adalah bagaimana cara dia berpikir.
Sama-sama jualan bakso, tapi ujungnya beda. Perbedaanya adalah ada di pikiran mereka.
Jadi, tidak masalah modal Anda kecil, tapi miliki pikiran besar.
Bagaimana caranya berpikir besar?
1. Miliki keinginan Anda akan sukses sebagai pengusaha.
2. Miliki visi yang besar, gambaran masa depan yang Anda inginkan.
3. Miliki optimisme bahwa Anda akan sukses.
4. Bangun kepercayaan diri , bahwa Anda mampu membesarkan bisnis Anda, meski saat ini masih kecil.
Jadi, Bagaimana Caranya Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Modal Kecil? Jika Bisnis Anda Mau Besar, Anda Butuh Modal Besar
Katanya bisa dengan modal kecil?
Tidak. Jika Anda memiliki modal kecil, maka bisnis yang Anda bangun akan kecil juga. Bisnis besar akan membutuhkan modal besar.
Jika Anda ingin membangun usaha yang besar, Anda harus membangun modal atau aset. Dan itu bisa dimulai dari modal kecil.
Bisnis dengan modal kecil hanyalah awal. Gunakan bisnis kecil Anda ini, leverage it, sehingga Anda memiliki bisnis besar.
Artinya, jika Anda ingin sukses, Anda harus memiliki prioritas untuk memperbesar bisnis Anda dengan cara membangun aset. Jangan buru-buru ingin cepat menikmati. Saat Anda sudah mulai memiliki penghasilan atau keuntungan, usahakan untuk menyisihkan sebagian untuk membangun aset Anda. Istilahnya Anda harus mengumpulkan modal.
Anda bisa mengumpulkan modal dengan berbagai cara. Bisa dengan menabung dalam bentuk tunai untuk keperluan yang lebih besar, misalnya membeli aset. Atau menambah stok produk. Membangun data base pelanggan. Dan sebagainya yang memperbesar bisnis Anda.
Godaan terbesar pada pengusaha pemula ialah ingin cepat-cepat bergaya dari hasil usahanya. Tunda dulu, jangan cepat puas. Perkuat bisnis Anda, perbesar bisnis Anda.
Anda memang tidak perlu modal besar untuk memulai bisnis Anda. Tapi Anda butuh modal besar jika bisnis Anda ingin besar, maka bangunlah modal Anda secara bertahap.
Ini mindset penting selanjutnya jika Anda ingin menjadi pengusaha sukses dengan modal kecil. Ingat ini: membangun bisnis dengan modal kecil hanyalah awal, agar Anda memiliki modal besar, untuk membangun bisnis besar.
Banyak yang salah, saat mulai memiliki penghasilkan dari bisnis kecil dia meningkatkan gaya hidupnya dulu, sementara bisnis tetap kecil.
BACA Juga Cara Memulai Usaha Bagi Siapa Pun dan Modal Berapa Pun
Perbesar Kapasitas Diri Anda
Ada seorang teman, dia berkesempatan mendapatkan peluang bisnis yang besar, menggiurkan. Dia mengambil peluang itu, dan tidak butuh waktu yang lama penghasilannya sudah bagus.
Tapi …
Tidak membutuhkan waktu lama juga, bisnisnya menurun kembali. Bukan pasar yang kurang. Bukan cara dia memasarkan yang kurang.
Tapi dia tidak bisa mengelola bisnisnya.
Mengapa?
Saya ibaratkan seperti Anda menemukan sebuah danau, tapi wadah yang Anda miliki cuma sebuah cangkir. Maka air yang bisa Anda dapatkan hanya satu cangkir.
Jika Anda mau air satu ember, maka Anda harus memiliki sebuah ember untuk mengambilnya. Jika mau satu drum? Ya, Anda butuh drum.
Artinya, jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak, Anda harus memiliki “wadah” yang lebih besar.
Sama halnya dengan bisnis. Jika “wadah” atau kapasitas diri Anda kecil, maka akan terhambat untuk mendapatkan hasil besar, meski Anda mendapatkan peluang yang besar. Peluang besar akan percuma jika kapasitas diri Anda kecil.
Apa itu kapasitas diri?
Mindset, optimisme, dan kepercayaan diri.
Memiliki ilmu inti bisnis yang memadai seperti pemasaran, kepemimpinan, daya ungkit , membangun sistem, dan cara mengakses sumber daya seperti saya jelaskan di video Bisnis Anti Gagal .
Memiliki wawasan yang luas.
Jangan terjebak hal teknis, sementara ilmu penting lainnya malah diabaikan.
Yang saya tahu, teman-teman yang saya kenal dan dia sudah berhasil, mereka tetap mengikuti pelatihan dan coaching yang biayanya cukup mahal. Karena mereka sadar akan pentingnya kapasitas diri.
Jika Anda masih berpikir “yang penting action”, artinya Anda masih berada pada tataran memulai. Jika mau memperbesar bisnis, bukan hanya action yang dibutuhkan, tetapi action yang tepat. Action yang tepat akan diketahui dari ilmu yang Anda miliki berlandasakan mindset yang positif.
Perbesar Kapasitas Diri Anda
Ada seorang teman, dia berkesempatan mendapatkan peluang bisnis yang besar, menggiurkan. Dia mengambil peluang itu, dan tidak butuh waktu yang lama penghasilannya sudah bagus.
Tapi …
Tidak membutuhkan waktu lama juga, bisnisnya menurun kembali. Bukan pasar yang kurang. Bukan cara dia memasarkan yang kurang.
Tapi dia tidak bisa mengelola bisnisnya.
Mengapa?
Saya ibaratkan seperti Anda menemukan sebuah danau, tapi wadah yang Anda miliki cuma sebuah cangkir. Maka air yang bisa Anda dapatkan hanya satu cangkir.
Jika Anda mau air satu ember, maka Anda harus memiliki sebuah ember untuk mengambilnya. Jika mau satu drum? Ya, Anda butuh drum.
Artinya, jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak, Anda harus memiliki “wadah” yang lebih besar.
Sama halnya dengan bisnis. Jika “wadah” atau kapasitas diri Anda kecil, maka akan terhambat untuk mendapatkan hasil besar, meski Anda mendapatkan peluang yang besar. Peluang besar akan percuma jika kapasitas diri Anda kecil.
Apa itu kapasitas diri?
Mindset, optimisme, dan kepercayaan diri.
Memiliki ilmu inti bisnis yang memadai seperti pemasaran, kepemimpinan, daya ungkit , membangun sistem, dan cara mengakses sumber daya seperti saya jelaskan di video Bisnis Anti Gagal .
Memiliki wawasan yang luas.
Jangan terjebak hal teknis, sementara ilmu penting lainnya malah diabaikan.
Yang saya tahu, teman-teman yang saya kenal dan dia sudah berhasil, mereka tetap mengikuti pelatihan dan coaching yang biayanya cukup mahal. Karena mereka sadar akan pentingnya kapasitas diri.
Jika Anda masih berpikir “yang penting action”, artinya Anda masih berada pada tataran memulai. Jika mau memperbesar bisnis, bukan hanya action yang dibutuhkan, tetapi action yang tepat. Action yang tepat akan diketahui dari ilmu yang Anda miliki berlandasakan mindset yang positif.
Mintalah Pertolongan Allah Sejak Awal
Saya yakin, Anda sudah faham tentang pentingnya pertolongan Allah. Sayangnya banyak orang yang lupa Allah saat memulai bisnis. Mereka baru ingat Allah saat ada masalah.
Tidak salah sebenarnya, saat ada masalah ingat Allah, memang seharunya. Tapi jangan lupakan Allah saat Anda memulai. Mintalah pertolongan dan petunjuk Allah agar Anda dibimbing menjalankan bisnis yang bukan hanya akan menguntungkan tetapi juga membawa berkah.
Tawakal bukan hanya diakhir ikhtiar, tetapi dimulai sejak setelah azam, saat ikhtiar, dan setelah ikhtiar.
Kesimpulan
Sukses atau tidaknya Anda menjadi pengusaha bukan ditentukan oleh besar atau kecilnya modal, tetapi ditentukan oleh mindset Anda dan kapasitas diri Anda serta pertolongan Allah. Untuk itu belajarlah memiliki pikiran positif juga berpikir besar, tingkatkan kapasitas diri dan dekatkan diri kepada Allah agar kita mendapatkan pertolongannya.
Rahmat Mr. Power Author at Zona Sukses Penulis atau Author berbagai produk Pengembangan Diri: Berpikir Positif, Percaya Diri, Kreativitas, Produktivitas, Motivasi, dan Bisnis selengkapnya http://www.zonasukses.com/gold.php
Dikutip dari www.zone-islam.com

Tips Umar bin Khattab dalam Membangun Bisnis Mulia

Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatamah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol dari kaki dan tangannya, jenggot yang lebat dan berwajah tampan, serta warna kulitnya coklat kemerah-merahan. Beliau dibesarkan di dalam lingkungan Bani Adi, salah satu kaum dari suku Quraisy.
Umar bin Khatab adalah salah satu sahabat dekat Rasulullah SAW dan khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash shiddiq r.a. Beliau termasuk dalam 10 orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Dijuluki sebagai Umar Al Faruq (sang pembeda) karena ketegasannya dalam menegakkan kebenaran. Seorang yang keras namun berhati selembut salju, administrator dan peletak landasan manajemen ekonomi negara yang cemerlang.
Semenjak menjadi khalifah hidup sangat sederhana, meskipun kaya raya. Beliau hendak memberikan teladan yang baik bagi kaum muslimin tentang konsep jabatan, harta dan zuhud seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.Khalifah setelah Abu Bakar itu dikenal sangat sederhana. Tidur siangnya beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan ia hampir tak pernah makan kenyang, menjaga perasaan rakyatnya. Padahal, Umar adalah seorang yang juga sangat kaya.
Ketika wafat, Umar bin Khattab meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta—perkiraan konversi ke dalam rupiah. Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan (70.000x40juta).
Umar adalah khalifah yang sangat mementingkan usaha dan kerja yang produktif. Ia menjadikan kerja sebagai bentuk ibadah tertinggi. Ia pernah berpetuah: “Aku tetapkan kalian tiga bepergian: berhaji, berjuang di jalan Allah, dan berunta demi mencari sebagian karunia Allah.” Bahkan ia menganggap syahid seseorang yang meninggal dalam perjalanan terakhir.
Suatu waktu, Umar menanyakan nafkah seseorang yang tekun beribadah di masjid. Orang itu menjelaskan, “Aku memiliki saudara yang mencari kayu. Lalu dia mendatangiku dan mencukupiku.” Lalu Umar berkata, “Berarti, saudara engkau lebih beribadah daripada engkau.”
Masih soal kerja. Umar sering menasihati, “Cukupilah dirimu, niscaya akan lebih terpelihara agamamu dan lebih mulia dirimu.” Bukan saja menasihati, Umar juga mempraktekkannya setiap hari. Begitu selesai sholat shubuh, Umar selalu bergegas menuju kebunnya di Juruf. Ia berusaha mencukupi dirinya.
Umar memahami dengan baik arti penting ekonomi umat. Salah satu buktinya, ia mengutamakan pembangunan pasar dan masjid di daerah-daerah taklukan. Ia juga mengizinkan Utsman bin Abul Ash mengelola lahan tidur. Ia juga kerap menasihati para pekerja dan pegawai agar memiliki asset produktif yang dapat menghasilkan uang terus menerus. Umar juga menjajak orang-orang untuk berdagang. Nasihatnya, “Berdagang itu merupakan sepertiga harta.”
Umar sendiri memiliki 70.000 properti senilai triliunan rupiah. Namun begitulah Umar. Ia tetap saja sangat berhati-hati. Harta kekayaannya pun ia pergunakan untuk kepentingan dakwah dan umat. Tak sedikit pun Umar menyombongkan diri dan mempergunakannya untuk sesuatu yang mewah dan berlebihan.
Menjelang akhir kepemimpinan Umar, Ustman bin Affan pernah mengatakan, “Sesungguhnya, sikapmu telah sangat memberatkan siapapun khalifah penggantimu kelak.” Subhanallah!
Oleh: H. Jazuli Juwaini, MA


Rabu, 25 Januari 2017

Langkah Kecil Masyarakat Membangun Smartcity Indonesia di bidang Ekonomi, dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Masyarakat indonesia memiliki beraneka ragam potensi yang bisa menimbulkan nilai ekonomis. Dari sabang sampai merouke, ke kreatifan muda-mudi indonesia tak terbatas, karena akan muncul potensi-potensi baru di bidang ekonomi. Melihat potensi tersebut indonesia merupakan ladang ekonomi yang bagus. Pemberdayaan ekonomi kreatif masyarkat yang ditunjang dengan pemanfatan teknologi informasi , akan menjadikan indonesia memiliki negeri "Smart City Indonesia".
"Smart City Indonesia" merupakan sebuah konsep ideal, yang mana, teknologi informasi dengan masyarakat Indonesia hidup berdampingan diberbagai bidang. bidang ekonomipun tidak dikecualikan. Hingga saat ini pengguna internet indonensia telah mencapai lebih dari 80 juta jiwa, lalu 7%nya adalah pengguna yang pernah bertransaksi online. Nilai ini memanglah kecil, namun Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup berpotensial. Muncul perusahaan besar seperti tokopedia, dan traveloka yang memanfaatkan poetensi perkebangan ini.
Perusahaaan besar memang saat ini telah memanfaatkan pangsa pasar internet yang potensial ini, lalu apakah ada yang kita bisa lakukan untuk mengembangkan Indonesia menjadi “Smartcity”?, paling tidak memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan taraf kesejahtraan kita?.
Langkah yang kita bisa lakukan sebagai manusia yang pertama kali memulai memanfaatkan potensi online ini cukup sederhana. Anda bisa mencobanya dengan berjualan di media social atau website jualan tertentu.
Anda bisa memanfaatkan media social seperti facebook, twitter, line, Instagram untuk berjualan. Ada juga website yang bisa membantu mempromosikan produk anda secara online. Anda dapat menemukan website online sepeti Tokopedia, OLX, dan Lazada.
Di facebook anda bisa memanfaatkan akun anda atau forum. Dengan akun social facebook anda, anda bisa memposting foto dan informasi tentang produk anda, berikan juga ditandai agar teman~teman anda mencoba melihatnya. Selanjutnya, anda bisa memanfaatkan Forum untuk berjualan. Ada forum penjualan di Facebook untuk mempromosikan produk anda. Anda juga bisa memanfaatkan Forum biasa untuk memberikan informasi produk anda, dengan memberikan backlink kepada suatu komentar di forum tersebut.
Di Twitter dan Instagram anda biisa memanfaatkan fitur hastag (#) untuk menjelaskan informasi produk anda. misalkan anda punya produk kue lapis, lalu anda bisa memberikan hastag: #KueLapisKhasBandung. kedua media social ini terbilang memiliki keunikan, Apalagi Instagram. Instagram merupakan mediasosial yang pengguna satu sama lain hanya berjiriman gambar atau video singkat. Instagram ini sangat bagus, terlebih lagi bila anda berjualan produk, yang pengguna lain dapat melihat fisik produk anda secara jelas.
Selain memanfaatkan media social, anda juga aplikasi Chatting. Aplikasi Chatting yang memiliki 3 pengguna terbesar di Indonesia adalah Line, Whatapp, dan BBM. Ada Fitur unik di Line untuk menginformasikan produk anda, anda bisa memanfaatkan fitur Hatstag dan Bagikan Post di Line. Ada juga keunikan di BBM, ada Fitur Broandcast, yang mana anda bisa mengirimkan pesan sekaligus ke semuga kontak BBM anda. selain kedua Apliaksi Chat diatas, terkenal juga WhatsApp. Whatsapp memang bukan aplikasi untuk e~comrcial, akan tetapi Fitur Kontak di HP anda yang langsung tersinkronisasi dengan teman di WhatApp, Membuat anda termudahkan untuk memiliki teman sebanyak kotak HP anda. hal ini memberikan peluang anda untuk berteleponan, berkirim pesan, gambar dan File secara gratis untuk menginformasikan produk anda.
Media social, dan media chating merupakan ladang anda menginformasikan produk anda. akan tetapi, bila anda mulai serius dengan pemasaran produk anda. anda bisa menggunakan jasa gratis dari website jualbeli online. Ada website seperti  OLX, Tokopedia, dan Lazada. Tokopedia dan Lazada membuat toko anda terhubung langsung pada sebuah mega mall online yang besar. Dengan indetitas toko anda, anda bisa mulai berjualan di kedua website tersebut. Bila anda masih penjual perorangan atau belum memiliki izin resmi toko, anda bisa memanfaatkan website OLX. Bila anda sudah memiliki ketiga akun website tersebut, anda bisa memposting informasi produk anda secara gratis, lalu anda bisa memanfaatkan fitur premium untuk membuat postingan anda di halaman awal ketiga website tersebut.
Kiat~kiat diatas menjadikan anda partisipan di bidang ekonomi dalam menjadikan Indonesia sebagai “SmartCityIndonesia”dengan pemanfaatan teknologi innformasi. anda mungkin bukan pemerintah yang bisa memberikan pengaruh luas, anda juga mungkin bukan pengusaha besar, akan tetapi atas partisipasi anda, anda menguatkan akar negara ini untuk menjadi negeri yang maju dan SmartCity.